Showing posts with label Wu Lin Qiao Zhi. Show all posts
Showing posts with label Wu Lin Qiao Zhi. Show all posts

Feb 16, 2013

PEMBALASAN SEORANG JAGOAN


PEMBALASAN SEORANG JAGOAN (Menuntut Balas)
Karya : Wu Lin Qiao Zi – Saduran : OKT
menuntut balas
Ayahnya meninggal karena sakit akibat dikeroyok oleh tokoh-tokoh persilatan dari kaum sesat dan lurus, membuat Cia In Gak dalam melakukan perjalanannya di dunia kang ouw berlaku sangat kejam terhadap para lawan-lawanya, sehingga kalau tidak dibunuh tentu dimusnahkan kepandaiannya.
Dalam memperlancar usahanya untuk membalas dendam membuat ia harus menyamar sebagai seorang pelajar tua sehingga diberi julukan Koay Ciu Su Seng (Pelajar Tangan Aneh). Sikapnya yang telengas serta tidak memberi ampun terhadap para penjahat mebuat ia sangat ditakuti baik golongan lurus maupun sesat. Akibat ia menolong seorang tua dan anaknya membuatnya bisa mendapatkan sebuah Kitab 2 jurus tambahan “Bi Lek Sin Kang” yang sudah dipelajari lewat gurunya dan bukan cuma itu saja Kitab Ilmu “Pou Tee Pwee yap Sin Kang” didapatnya dari seorang tokoh sakti dari India yg kemudian dibunuhnya.
Berkat Kitab Hian Wan Sip Pat Kay (18 pengobatan Kaisar Hian Wan) yang dipelajarinya telah membuatnya bisa menyembuhkan penyakit lama dari Kaisar Kian Liong, sehingga ia mendapat hadiah sebuah tanda pengenal khusus dari Kaisar yang mana memudahkannya dalam menundukan pembesar serta para pengawal kerajaan yang memusuhinya.
Cerita petualangannya sangat panjang dan menarik menjadikan cerita karya Wu Lin Qiao Zi ini berbeda dengan karya Khu Lung. Karya lain dari Wu Lin Qiao Zhi adalah “Bujukan Gambar Lukisan”.

May 5, 2011

Puisi Daun Merah

Karya: Wu Lin Qiao Zhi

Wu Lin Qiao Zi (????) adalah pengarang buku yang handal, hasil karangan-karangannya kebanyakan menarik dan seru, menurut data yang baru ketahuan O K T (Oey Kim Tiang) sendiri pernah beberapa kali menterjemahkan hasil karangannya seperti 'Bujukan Gambar Lukisan (Dan Qing Yin), Menuntut Balas (Shi Nian Gu Jian Cang Hai Meng) dan Lentjana Tujuh Naga (Sha Mo Qiu Dao)'.

PUISI DAUN MERAH (judul asli: Dan Feng Shi) ini juga salah satu buah tangan Wu Lin Qiao Zi yang baru di terjemahkan.

Dalam PUISI DAUN MERAH di ceritakan Lu Siong Lim/ Cukat Bun/ Lamkiong Po Ciu yang tampan, pintar dan berilmu sangat tinggi, ingin membalas dendam atas kematian ayahnya, tapi karena dia ingin menyelamatkan dunia persilatan dia terlibat dalam perebutan sebuah kitab Ci Hu Ki Su yang berisi ilmu silat yang sangat hebat.

Karena ketampanan dan kehebatan ilmu silatnya dia juga di gandrungi beberapa wanita cantik, mereka menginginkan dia sebagai kekasih, suami, baik sendiri atau bersama-sama.(http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Nov 24, 2010

BUJUKAN GAMBAR LUKISAN


Judul Baru Cetak Ulang:

Lambang Penangkal Maut &

Misteri Lambang Penangkal Maut

Karya : Wu Lin Qiao Zhi (Tukang Kayu Rimba Persilatan)

Disadur: OKT


Tokohnya adalah Lie Tiong Hoa, seorang pemuda pelajar yang sebetulnya tidak ingin berkecimpung di dunia Kang Ouw karena kelicikan, kekejaman, dan dendam permusuhan dalam Rimba Persilatan tidak mencocoki jiwanya yang suka hidup tenang tentram; namun perjalanan hidup membuatnya terlibat satu demi satu pergolakan / perebutan di dunia Kang Ouw. Setiap bergebrak, kehebatan ilmunya membuat pesilat lain tercengang, juga tidak pernah kalah, sehingga dikagumi orang dan namanya menjadi terkenal di seantero jagat.

Dalam suatu bagian kisahnya, Lie Tiong Hoa mengejar seorang lawan (bukan dikejar) sampai ke tepi sebuah jurang. Lawannya itu langsung terjun, sehingga Lie Tiong Hoa terheran-heran. Selagi bengong dan pikirannya melayang-layang, lawannya muncul lagi di belakangnya dan mendorongnya hingga terjatuh ke jurang. Ia selamat karena bertemu dengan kera besar berbulu tebal. Ia lalu mengikuti kera tsb memasuki gua berliku-liku dan bertemu dengan seorang sakti – Ay Sian (Dewa Katai) dari See Hek yang sedang bertapa mencari pemecahan ilmunya sampai 20 tahun. Karena ia tanpa sengaja berhasil membantu memecahkan masalah tsb, maka ia diberi pelajaran Ie Hoa Tjiap Bok (Memindahkan Bunga Menyambung Pohon) – ilmu mengibas untuk membalikkan tenaga dalam, seumpama meminjam tombak lawan untuk menembus tameng lawan itu sendiri, semacam ilmu dengan tenaga setail melemparkan batu sekati, seperti ilmu sakti perguruan Lu Su Nio (serial Thian San) atau seperti juga ilmu sakti keluarga Buyung (Pendekar Tayli).

Dalam suatu perjalanan, ia dan seorang gadisnya yang membawa cangkir mustika dihadang oleh kepala pengawal istana yang membawa beberapa pesilat tangguh. Karena ia tidak ingin dikenali oleh kepala sie-wie tsb, maka ia menghindar sebelum bertemu sambil mengeluarkan Ie Hoa Tjiap Bok untuk menumbangkan pohon-pohon di hutan itu. Si kepala sie- wie dan para pesilat itu tidak percaya bahwa hal itu bisa dilakukan dengan tenaga manusia, sehingga lebih mempercayai penyebabnya adalah kejadian alam (gempa).

Ia juga bisa melayang tinggi dengan ilmu ringan tubuh dan tenaga dalamnya yang hebat, tetapi rasanya tidak ada istilah / perumpamaan “helikopter” atau “mesin jet” … hehe. Ia juga punya ilmu Hoei Wan Tjioe (Tangan Kera Terbang) yang bisa membuat tangannya mulur melebihi ukuran normal, yang sering mengejutkan lawan-lawannya.

Perjalanan asmaranya lebih luar biasa lagi. Semua tokoh gadisnya suka rela menyodorkan diri menjadi isterinya, rela dimadu, sehingga “terpaksa” ia menerima nasib saja jodohnya dirangkap dengan 5 orang gadis (mestinya bisa 6 orang, tetapi yang satu tidak diceritakan lagi). Berbeda dengan Wei Siau-po (Duke of Mount Deer) yang aktif mendapatkan isteri-isterinya, Lie Tiong Hoa cenderung alim sesuai derajatnya sebagai anak orang berpangkat yang terpelajar. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

DOWNLOAD E-book