Sebuah situs pribadi untuk para penggemar novel cerita silat mandarin, dan kumpulan ebook motivasi...
Feb 16, 2013
PEMBALASAN SEORANG JAGOAN
May 5, 2011
Puisi Daun Merah
Wu Lin Qiao Zi (????) adalah pengarang buku yang handal, hasil karangan-karangannya kebanyakan menarik dan seru, menurut data yang baru ketahuan O K T (Oey Kim Tiang) sendiri pernah beberapa kali menterjemahkan hasil karangannya seperti 'Bujukan Gambar Lukisan (Dan Qing Yin), Menuntut Balas (Shi Nian Gu Jian Cang Hai Meng) dan Lentjana Tujuh Naga (Sha Mo Qiu Dao)'.
PUISI DAUN MERAH (judul asli: Dan Feng Shi) ini juga salah satu buah tangan Wu Lin Qiao Zi yang baru di terjemahkan.
Dalam PUISI DAUN MERAH di ceritakan Lu Siong Lim/ Cukat Bun/ Lamkiong Po Ciu yang tampan, pintar dan berilmu sangat tinggi, ingin membalas dendam atas kematian ayahnya, tapi karena dia ingin menyelamatkan dunia persilatan dia terlibat dalam perebutan sebuah kitab Ci Hu Ki Su yang berisi ilmu silat yang sangat hebat.
Karena ketampanan dan kehebatan ilmu silatnya dia juga di gandrungi beberapa wanita cantik, mereka menginginkan dia sebagai kekasih, suami, baik sendiri atau bersama-sama.(http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)
Nov 24, 2010
BUJUKAN GAMBAR LUKISAN


Lambang Penangkal Maut &
Misteri Lambang Penangkal Maut
Karya : Wu Lin Qiao Zhi (Tukang Kayu Rimba Persilatan)
Disadur: OKT
Tokohnya adalah Lie Tiong Hoa, seorang pemuda pelajar yang sebetulnya tidak ingin berkecimpung di dunia Kang Ouw karena kelicikan, kekejaman, dan dendam permusuhan dalam Rimba Persilatan tidak mencocoki jiwanya yang suka hidup tenang tentram; namun perjalanan hidup membuatnya terlibat satu demi satu pergolakan / perebutan di dunia Kang Ouw. Setiap bergebrak, kehebatan ilmunya membuat pesilat lain tercengang, juga tidak pernah kalah, sehingga dikagumi orang dan namanya menjadi terkenal di seantero jagat.
Dalam suatu perjalanan, ia dan seorang gadisnya yang membawa cangkir mustika dihadang oleh kepala pengawal istana yang membawa beberapa pesilat tangguh. Karena ia tidak ingin dikenali oleh kepala sie-wie tsb, maka ia menghindar sebelum bertemu sambil mengeluarkan Ie Hoa Tjiap Bok untuk menumbangkan pohon-pohon di hutan itu. Si kepala sie- wie dan para pesilat itu tidak percaya bahwa hal itu bisa dilakukan dengan tenaga manusia, sehingga lebih mempercayai penyebabnya adalah kejadian alam (gempa).
Perjalanan asmaranya lebih luar biasa lagi. Semua tokoh gadisnya suka rela menyodorkan diri menjadi isterinya, rela dimadu, sehingga “terpaksa” ia menerima nasib saja jodohnya dirangkap dengan 5 orang gadis (mestinya bisa 6 orang, tetapi yang satu tidak diceritakan lagi). Berbeda dengan Wei Siau-po (Duke of Mount Deer) yang aktif mendapatkan isteri-isterinya, Lie Tiong Hoa cenderung alim sesuai derajatnya sebagai anak orang berpangkat yang terpelajar. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)