Sebuah situs pribadi untuk para penggemar novel cerita silat mandarin, dan kumpulan ebook motivasi...
Feb 23, 2013
Kisah Membunuh Naga
Feb 16, 2013
PEMBALASAN SEORANG JAGOAN
Feb 25, 2011
Kisah Si Rase Terbang
Feb 4, 2011
PERTEMPURAN LEMBAH HAY TONG

Kisah ini menceritakan perseteruan 2 kelompok masyarakat nelayan. Pihak Kioeshe Hiekee (Rombongan Nelayan 9 She) dari Hoetjoen-kang kontra Englok-kang.
Memperebutkan daerah Giokliong-giam yang subur dan makmur. Perseteruan yang berkepanjangan ini hanya bisa diakhiri dalam pertempuran penentuan di Lembah Bunga Hay Tong (Hay Tong Kok). Jebakan apa yang disiapkan oleh pihak Englok-kang? Dan strategi apa yang akan dipakai pihak Kioeshe Hiekee? Ikuti cerita silat yang unik ini! (http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)
Feb 2, 2011
KAKI TIGA MENJANGAN

Satu lagi karya Chin Yung yang terbaik, dengan ceritanya diambil pada zaman pemerintahan bangsa Mancu yang pada waktu itu Kaisarnya masih terlalu muda. Saat itu muncul perkumpulan atau organisasi yang bertujuan menghancurkan Bangsa Mancu dan membangkitkan Kerajaan Beng/Ming, Thian Tee Hwee (Perkumpulan Langit dan Bumi), Keluaga Bok di InLam dan orang-orangnya Kok Seng Ya yang bermarkas di Taiwan.
Ada juga manusia yang selalu beruntung, Wi Siau Po tidak menyangka kalau hidupnya akan berubah menjadi orang yang paling berkuasa di Kekaisaran Dinasti Ceng setelah Kaisar Kong Hi sendiri. Ibunya yang seorang Pelacur tua di kota Yang Ciu, sehingga bapaknya sendiripun tidak diketahuinya. Kehidupannya di Lingkungan Rumah Pelacuran menjadikannya seorang berandalan cilik yang licik, lpintar melihat gelagat dan banyak akal bulusnya.
Kehidupannya berubah ketika ia menolong seorang pendekar dari keroyokan musuhnya, sehingga membawanya di lingkungan istana. Dengan kepintaran dan kelicikannya ia menjadi Taykam (orang kebiri Istana), sampai perkenalannya dengan Kaisar yang pada waktu itu tidak diketahuinya, dengan akalnya bersama Kaisar membunuh seorang Panglima Perang yang berilmu tinggi yang sangat berpengaruh di Istana. Satu kepandaian Wi Siau Po adalah pandai melihat gelagat dan mengumpak, sehingga menjadi tangan kanan sang Kaisar.
Kepintaran Wi Sau Po dalam menyembunyikan identitas dirinya sebagai Orang Istana dan satu pihak sebagai Ketua Ceng Bok Tong “Thian Tee Hwe” yang sebenarnya karena terpaksa saja diterimanya, belum lagi dirinya yang harus berjaga-jaga dari niat Ibu Suri untuk membunuhnya.
Keberuntungannya selalu menyertainya dalam menyelesaikan semua tugas yang paling sulit sampai bagaimana ia memimpin pasukan besar untuk menumpas Bangsa Losat, keberhasilannya membuat membuat para Perwira & Pejabat Kerajaan akhirnya mengakui akan kelihayannya.
Dalam soal asmara, walaupun masih muda ia mahir dalam memikat para wanita dari cara halus sampai cara yang licikpun dipakainya, dari Adik Kaisar, sampai Istri Sin Liong Kaucu yang menakutkan pun disikatnya. Huiih Gile bener. Tokoh ini mengingatkan saya akan Siau Hi Ji dalam “Pendekar Binal”, cuma yang ini udah parah…. He he he…..
Jan 21, 2011
Pedang Inti Es
Karya : Liang Ie Shen - Disadur : OKT

Pedang Inti Es ini merupakan bagian dari serial kisah Pendekar Thian San, yang disadur oleh OKT.
Tokoh utama cerita ini adalah Koei Hoa Seng yang adalah CiangBunjin Bu Tong pay Cabang Utara dan ayahnya adalah Koe tiong Beng yang merupakan salah seorang dari Thian San Cit Kiam (7 jago pedang dari Thian san).
Akibat kekalahan yang dialami oleh Pendekar Koei Hoa Seng dalam suatu pibu dengan suami istri ahli waris turunan ke - 4 dari Thian San Pay, telah membuatnya malu dan mendorong dia untuk meninggalkan Tionggoan merantau ke Tibet dan Nepal untuk mencari ilmu silat yang lebih tinggi. Dalam perantauan itu, Koei Hoa Seng yang telah memiliki ilmu silat yang bersumber dari Tat-mo Pit-kip menghadapi berbagai intrik dalam mewujudkan keinginannya untuk menyunting si Gadis Baju Putih misterius yang ternyata adalah Tuan Putri suatu kerajaan .
Ketertarikan dua anak manusia berlainan jenis tumbuh ketika mereka berjuang bersama untuk mendapatkan Kumala Inti Es di Kota Iblis yang ditakuti rakyat Tibet. Perjodohan yang melalui perjuangan berat akhirnya dapat diwujudkan setelah Koei Hoa Seng mampu mengalahkan saingan pemuda-pemuda dari berbagai negara lainnya.
Dua Musuh Turunan (Peng Cong Hiap Eng)
Karya: Liang Ie Shen / Disadur : OKT

Salah satu karya Liang Ie Shen yang terbaik. Yang paling mengesankan dari cersil ini adalah romantismenya. Pendekar dara remaja In Lui, bertemu dan bersahabat dengan pendekar gagah Thio Tan Hong. Pola klasik dara pendekar menyamar pria seperti Ceng-ceng dan Wan Sin-cie (“Kim Coa Kiam”), Oey Yong dan Kwe Ceng (“Sia Tiauw Eng Hiong”), serta puluhan cersil lain.
Ternyata muda-mudi ini sama-sama cucu-murid datuk Hian Ki It Su, hingga bila ilmu pedang mereka dipadukan menjadi dahsyat luar biasa. Malangnya, ternyata kakek In Lui adalah musuh bebuyutan ayah Thio Tan Hong, hingga bagaimana mungkin perjodohan mereka bisa terangkap?
Ayah Thio Tan Hong dikenal sebagai tokoh pintar yang dicap pengkhianat besar karena menjadi Perdana Menteri negeri Watzu (Mongolia). Beliau menyandera duta Kerajaan Beng yang bukan lain daripada kakek In Lui. Duta malang ini diperbudak sebagai pekatik, pencari rumput untuk kuda. Ketika ia berhasil membawa keluarganya lari dari Watzu, tepat di luar Tembok Besar, malah dipaksa minum arak beracun kiriman Raja Ben, kakek In Lui pun tewas mengenaskan setelah menciumi segenggam tanah airnya…
Itulah dendam turunan yang diwarisi anak-cucu si kakek patriot. In Lui mesti patuh pada ayah dan abangnya yang menerima amanat almarhum. Betapa pun tulus cinta In Lui dan Thio Tan Hong, mereka memutuskan tidak bertemu lagi. Tapi takdir terus mengombang-ambingkan hingga memaksa mereka berduet lagi dan lagi menghadapi lawan-lawan tangguh. Bahkan Hek-Pek Mo-Ko (Sepasang Iblis Hitam-Putih) yang tersohor keganasannya pun mampu mereka taklukkan!
Sedikit demi sedikit mulai terungkap, hakekatnya ayah Thio Tan Hong bukan pengkhianat, justru mempunyai tujuan mulia, mencegah bangsa Mongolia menyerbu ke Tionggoan. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)
Jan 14, 2011
HO KENG KOEN LOEN
Karya : Wang Du Lu
Disadur : OKT

KETIKA cersil masih terasa begitu murni, tanpa ilmu silat luar biasa, belum ada lweekang (tenaga dalam) tak kepalang lihay yang mampu meremukkan batu cadas gunung, pada masa itulah berjaya karya-karya Wang Du-lu.
Nov 24, 2010
BUJUKAN GAMBAR LUKISAN


Lambang Penangkal Maut &
Misteri Lambang Penangkal Maut
Karya : Wu Lin Qiao Zhi (Tukang Kayu Rimba Persilatan)
Disadur: OKT
Tokohnya adalah Lie Tiong Hoa, seorang pemuda pelajar yang sebetulnya tidak ingin berkecimpung di dunia Kang Ouw karena kelicikan, kekejaman, dan dendam permusuhan dalam Rimba Persilatan tidak mencocoki jiwanya yang suka hidup tenang tentram; namun perjalanan hidup membuatnya terlibat satu demi satu pergolakan / perebutan di dunia Kang Ouw. Setiap bergebrak, kehebatan ilmunya membuat pesilat lain tercengang, juga tidak pernah kalah, sehingga dikagumi orang dan namanya menjadi terkenal di seantero jagat.
Dalam suatu perjalanan, ia dan seorang gadisnya yang membawa cangkir mustika dihadang oleh kepala pengawal istana yang membawa beberapa pesilat tangguh. Karena ia tidak ingin dikenali oleh kepala sie-wie tsb, maka ia menghindar sebelum bertemu sambil mengeluarkan Ie Hoa Tjiap Bok untuk menumbangkan pohon-pohon di hutan itu. Si kepala sie- wie dan para pesilat itu tidak percaya bahwa hal itu bisa dilakukan dengan tenaga manusia, sehingga lebih mempercayai penyebabnya adalah kejadian alam (gempa).
Perjalanan asmaranya lebih luar biasa lagi. Semua tokoh gadisnya suka rela menyodorkan diri menjadi isterinya, rela dimadu, sehingga “terpaksa” ia menerima nasib saja jodohnya dirangkap dengan 5 orang gadis (mestinya bisa 6 orang, tetapi yang satu tidak diceritakan lagi). Berbeda dengan Wei Siau-po (Duke of Mount Deer) yang aktif mendapatkan isteri-isterinya, Lie Tiong Hoa cenderung alim sesuai derajatnya sebagai anak orang berpangkat yang terpelajar. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)
Sep 17, 2010
PEDANG DAN GOLOK YANG MENGGETARKAN


