Showing posts with label Penyadur Lain. Show all posts
Showing posts with label Penyadur Lain. Show all posts

Feb 23, 2013

Kisah Membunuh Naga


Pedang Pembunuh Naga  (Pedang Langit & Golok Pembunuh Naga)

Karya: Chin Yung / Disadur: Boe Beng Tjoe
kisah membunuh naga boe boeng tjoe  15
Buku ini merupakan bagian terakhir dari Trilogi Rajawali, meski tokoh-tokoh utamanya tidak terhubung secara langsung dengan kedua bagian sebelumnya. Mengambil letar belakang cerita kurang lebih seratus tahun setelah kisah Kembalinya Sang Pendekar Rajawali.
Bercerita mengenai 2 senjata terhebat di dunia : Pedang Langit dan Golok Naga , yang ditempa oleh Kwee Ceng dan Oey Yong dari pedang Xuan Tie Jian milik Yang Guo, sebelum kejatuhan kota Shiang Yang. Konon bila kedua senjata tersebut disatukan, kedua senjata tersebut dapat memberi pemiliknya kekuasaan yang tak tertandingi, sehingga dia dapat membebaskan China dari penjajahan Mongolia.
Tokoh utama kisah Pedang Langit dan Golok Naga ini adalah seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Thio Bu Ki, yang memperoleh ilmu hebat dari Buku Sembilan Matahari dan buku Sembilan Gulungan Keramat. Dia menjadi ketua Sekte Ming, dan di akhir kisah, memungkinkan salah seorang anak buahnya, Cu Goan Ciang, untuk menjadi pendiri dinasti baru China, dinasti Ming. Sementara Thio Bu Ki pergi menyongsong matahari terbenam bersama Tio Beng seorang putri Mongol yang menjadi kekasihnya.

Feb 18, 2013

Perguruan Sejati


Karya:  See Bun Yang (cover: Khu Lung)
images

Kehidupannya sebagai seorang murid biasa dari seorang siucay (guru) tua di sebuah kota tiba-tiba berubah karena suatu peristiwa. Keisengannya mencoba mendapatkan sebuah pekerjaan sebagai penerjemah bahasa Sansekerta dari sebuah Perkumpulan Pemecah Langit (Pok Thian Pang) yang pada saat itu sedang mengembangkan sayapnya di dunia Bu Lim, dimana In Tiong Giok nama tokoh kita ini harus menterjemahkan sebuah kitab Kheng Thian Cit Su (tujuh gerakan menjangkau langit) yang berbahasa Sansekerta.
Adanya pengacauan terhadap Pok Thian Pang dari beberapa tokoh sakti akhirnya membuat In Tiong Giok bisa terbebas dari perkumpulan ini, yang mana membuat ia dikejar-kejar oleh orang-orang Pok Thian Pang dan beberapa tokoh-tokoh sakti. Dikarenakan jengkel dan marah In Tiong Giok membuat suatu tindakan yang menghebohkan Dunia Persilatan dengan mencetak sebanyak-banyaknya dan menyebarkan kesetiap orang Kitab “Kheng Thian Cit Su”yang sudah diterjemahkannya.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan Ciangbunjin Partai Thian Liong Bun (Pintu Naga Langit) telah membuat ia menjadi Ketua/ Ciangbunjin Partai Thian Liong Bun generasi berikutnya. Sebuah Partai yang anak buahnya tersebar segala dipenjuru dan ternyata Kitab Ilmu Pedang “Kheng Thian Cit Su” merupakan salah satu bagian dari Kitab “Thian Liong Pu” yang adalah pusaka Partai Thian Liong Bun (Pintu Naga Langit).
Karakter dari In Tiong Giok yang tidak sadis, kejam dan membawa amanat dendam membara seperti karya Khu Lung lainnya. Seperti biasa In Tiong Giok yang kehidupan yang semula hanya biasa saja ternyata mempunyai latar belakang luar biasa ..…..

Feb 16, 2013

Ilmu Ulat Sutera


Tian Chan Phien

Karya: Huang Ying  / Disadur: Aicu
Thian Chan Phien (Ilmu Ulat Sutra) 1-33 Ai Cu
Pertarungan antara ketua Bu Tong Pay dan ketua Perkumpulan Bu Ti Bun yang diadakan setiap 10 tahun sekali di Lan Tian Bun (Pintu Langit Selatan) berakhir dengan kekalahan dari ketua Bu Tong Pay.
Konon mengapa sampai saat ini Bu Tong Pay belum dihancurkan oleh Bu Ti Bun walaupun dalam pertempuran Ketua Bu Tong Pay selalu kalah adalah karena adanya satu tokoh sakti yang berdiam didaerah terlarang di belakang perguruan Bu Tong Pay yang sangat ditakuti oleh To Ku Bu Ti walaupun ia sudah menguasai ilmu Mit Kip Mo Kang (ilmu iblis putus turunan) tingkat 8.
Dalam Perguruan Bu Tong Pay terdapat seorang murid yang selalu dijadikan sasaran latihan, ialah Wan Fei Yang yg selalu dihina dan dipandang rendah oleh murid-murid perguruan tersebut. Suatu ketika Ketua perguruan Bu Tong Pay terbunuh dan Wan Fei Yang difitnah orang sebagai pembunuhnya bersamaan dengan itu organisasi Pik Lok Sit (Batu Giok Berjatuhan) yg sudah lama menghilang memunculkan diri dalam dunia Kang Ouw. Peristiwa tentang terlepasnya tahanan Bu Tong Pay yang dikurung selama 20 tahun di Telaga Dingin terlepas konon didalangi oleh organisasi Pit Lok Sit ini yang berencana untuk menguasai dunia persilatan.
Perselisihan antara Bu Tong Pay, Bu Ti Bun, Go Bi Pay dan Pik Lok Sit ini membuat banyak terjadinya pembunuhan dimana-mana. Akhirnya ilmu perubahan “Ulat Sutera” yg merupakan pusaka Bu Tong Pay yang merupakan ilmu silat tingkat tinggi akhirnya bisa didapati oleh Wan Fei Yang dikarenakan Ia terluka parah dan semua ilmu silatnya musnah yang merupakan kunci untuk melatih ilmu sakti ini. Pada akhir cerita ini muncul pula sebuah Organisasi Pembunuh Bayaran
yg sangat menakutkan “Tian Sat“ yang bahkan dapat membunuh Yan Cong Tian seorang tokoh sakti yg ilmunya paling tinggi di Bu Tong Pay. Cerita ini sepertinya mempunyai lanjutannya sebab “Tian Sat“ yang pemimpinnya kelihatannya adalah Kepala Komandan Pengawal Istana Kerajaan belum dihancurkan oleh Wan Fei Yang.

Harpa iblis Jari Sakti


Liok Ci Kim Mo

Karya: Chin Yung
 Harpa iblis Jari Sakti
Si Harimau Langit Lu Sin Kong pemilik ekpedisi pengiriman barang Thian Houw Piau Kiok bersama istrinya terbunuh pada saat mengirimkan barang yang menjadi rebutan semua tokoh silat. Bahkan anaknya Lu Leng, diculik orang dan tak tentu rimbanya. Pada saat itu dunia persilatan dibuat geger oleh munculnya Liok Ci Kim Mo yang memegang Harpa Pusaka Pat Liong Kim. Banyak tokoh rimba persilatan terbunuh tanpa daya, akibat pengaruh daya sakti yang dikeluarkan melalui getaran suaranya.
Setiap orang yang menentang Liok Ci Kim Mo kebanyakan terbunuh oleh Pat Liong Kim ini. Karena tiada yang menentangnya ia mengangkat dirinya menjadi Bengcu Rimba persilatan.  Demi membalas dendam orang tuanya Lu Leng harus menemukan ilmu silat yang hebat dan senjata pemusnah Harpa Iblis Pat Liong Kim yaitu Panah busur api !

Feb 11, 2013

Panji Hati Suci Matahari


Karya: Khu Lung
images
Suatu kejadian telah menggemparkan bu lim (Rimba persilatan), yakni musnahnya CIOK LAU SAN CUNG (Perkampungan Loteng Batu). Seluruh penghuni perkampungan itu terbunuh, termasuk majikan perkampungan yang tidak lain adalah pasangan pendekar Pek Mang Ciu dan isterinya. Namun tidak tampak mayat Pek Giok Liong, yaitu putra satu-satunya pasangan pendekar tersebut. Apakah Pek Giok Liong dapat meloloskan diri?
Tiada seorang bu lim pun yang mengetahuinya. Tak lama kemudian, muncul seorang pemuda berpakaian kumal. Siapa pemuda itu? Tidak lain Pek Giok Liong. Ternyata dia dapat meloloskan diri. Pek Giok Liong menuju ke Lam Hai (Laut Selatan). Dalam perjalanan, dia sering dikejar orang-orang yang tak dikenalnya, sekaligus ingin membunuhnya pula. Siapa yang membantai Ciok Lau San Cung? Itu merupakan kejadian misterius.
Dan siapa pula yang mengejar Pek Giok Liong dengan maksud membunuhnya? Apakah Pek Giok Liong bisa tiba dengan selamat di Lam Hai? Bertujuan apa dia ke Lam Hai, dan siapa yang menolongnya? Pek Giok Liong memperoleh sebuah Jit Goat (Gwe) Seng Sim Ki (Panji Hati Suci Matahari Bulan).
Apa kegunaan panji itu dan siapa yang memberinya? Dapatkah Pek Giok Liong mempelajari kepandaian tinggi untuk membalas dendam berdarah kedua orang tuanya? Siapa pembunuh-pembunuh kedua orang tuanya, dan apa pula yang akan terjadi atas dirinya?

May 8, 2011

Seruling Merana

Terbitan :  SeeYan TjinDjin


 Suara seruling yang menggegerkan dunia

Munculnya irama seruling yang menyedihan di dunia persilatan, terjadi tiga tahun terakhir ini.
Tidak ada seorangpun yang tahu siapa gerangan yang mengalunkan irama seruling sedih tersebut, malah orang-orang tidak tahu apakah dia perempuan atau laki-laki.

Tentu saja, selama tiga tahun, ada juga yang pernah bertemu dengannya, tapi mereka yang pernah bertemu dengannya, ada yang mengatakan dia seorang tua, ada yang mengatakan seorang pelajar berbaju hijau, ada juga yang mengatakan tidak jelas apa dia laki-laki atau perempuan karena orang itu menggunakan cadar…… bisa dikatakan setiap orang mpemiliki cerita yang berbeda-beda, tidak ada satupun yang sama.

Tapi mereka yang pernah bertemu dengan pemain Seruling ini, dalam perkataan mereka ada juga yang sama, yaitu seruling yang digunakan adalah barang yang…panjangnya sekitar tiga chi, seluruhnya dicat hitam, hitam berkilau, dan juga cara dia membunuh orang juga mpemiliki ciri khas tersendiri.

Menurut kabar, Seruling Merana ini, golongannya tidak jelas, diantara baik dan buruk, orang yang dibunuhnya kebanyakan penjahat dan pencoleng dunia persilatan, tapi ada kalanya tidak membedakan hijau, merah hitam, putih, orang dari golongan putihpun ada yang pernah bentrok.

Mengenai cara membunuhnya sangat khas sekali yaitu dengan melagukan sebuah irama seruling.
Suara serulingnya bisa keras bisa lembut.

Sewaktu keras laksana senjata yang terbuat dari baja, mengandung hawa pembunuhan yang tidak terhingga.
Sewaktu lembut, seperti pekikan kera dilembah, tangisan malam seorang wanita yang menderita, sangat memilukan membuat orang tidak tahan mendengarkannya.

Tidak peduli keras, atau lembut, kecuali dia tidak berniat membunuh orang, jika tidak, begitu muncul suara seruling, pasti ada orang yang mati, mau melarikan diri juga tidak sanggup, bukan tidak bisa melarikan diri, adalah karena kedua kakinya sudah tidak dapat menuruti kemauannya.

Pemain Seruling Merana adalah seorang yang taraf ilmu silatnya susah diukur, dia juga seorang aneh yang misterius yang sukar dibayangkan, sehingga orang orang persilatan memberi gelar kepadanya sebagai Seruling Merana. (http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

May 5, 2011

Ksatria Keadilan

Karya: Chin Hung / Qin Hong

Terbitan: SeeYan TjinDjin


Lim Ke seorang pendekar yang tidak terkalahkan, bersama istrinya Sui Bi-tho mendirikan sebuah yayasan sosial untuk menampung anak-anak yatim piatu yang terlantar akibat banjirnya sungai Huang-ho, karena membutuhkan banyak biaya memelihara anak-anak itu, dia mengikuti pertandingan ilmu silat dengan hadiah uang 4 ribu tail perak.

Setelah dia berhasil memenangkan pertandingan silat itu, dia di tawari pekerjaan dengan hadiah uang yang menggiurkan, 200 ribu tail, untuk melindungi Lu Liu-liang, seorang sastrawan yang menentang kerajaan Ceng dengan tulisannya.

Padahal pekerjaan dia sebenarnya adalah memancing ksatria Beng agar masuk perangkap dan bisa di basmi oleh kerajaan Ceng.

Setelah Lim Ke masuk ke tempat pekerjaannya, dia merasa ada yang tidak beres, dia berusaha mencari tahu dan mencari akal bagaimana harus bertindak. (http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Cat : ceritanya bukan mengenai kerajaan.

Puisi Daun Merah

Karya: Wu Lin Qiao Zhi

Wu Lin Qiao Zi (????) adalah pengarang buku yang handal, hasil karangan-karangannya kebanyakan menarik dan seru, menurut data yang baru ketahuan O K T (Oey Kim Tiang) sendiri pernah beberapa kali menterjemahkan hasil karangannya seperti 'Bujukan Gambar Lukisan (Dan Qing Yin), Menuntut Balas (Shi Nian Gu Jian Cang Hai Meng) dan Lentjana Tujuh Naga (Sha Mo Qiu Dao)'.

PUISI DAUN MERAH (judul asli: Dan Feng Shi) ini juga salah satu buah tangan Wu Lin Qiao Zi yang baru di terjemahkan.

Dalam PUISI DAUN MERAH di ceritakan Lu Siong Lim/ Cukat Bun/ Lamkiong Po Ciu yang tampan, pintar dan berilmu sangat tinggi, ingin membalas dendam atas kematian ayahnya, tapi karena dia ingin menyelamatkan dunia persilatan dia terlibat dalam perebutan sebuah kitab Ci Hu Ki Su yang berisi ilmu silat yang sangat hebat.

Karena ketampanan dan kehebatan ilmu silatnya dia juga di gandrungi beberapa wanita cantik, mereka menginginkan dia sebagai kekasih, suami, baik sendiri atau bersama-sama.(http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

The Dragons of Tang Dinasty

Karya: Wong Yi


Pada akhir zaman Dinasti Sui, Pemerintahan dipegang oleh kaisar Yang Kuang, Seorang kaisar lalim yang sibuk membangun istana, menimbun kekayaan dan haus kekuasaan. Pemerintahan yang sama sekali tidak memperhatikan rakyat melahirkan perlawanan dan pemberontakan dimana-mana.

Di tengah kekacauan perang itu, muncul 2 orang pemuda berandal miskin yang hidup dari mencuri dan menipu. Tanpa disadari, hasil pencurian keduanya suatu hari mengubah nasib mereka selamanya. Didukung dengan bakat alami, kepintaran dan akal bulus serta keberuntungan demi keberuntungan menuntun keduanya menggoncang dunia persilatan sekaligus mengukir sejarah.

Novel silat karya Wong Yi merupakan "BEST SELLER" yang akan membawamu ikut masuk ke dalam dunia Khou Zhong dan Xu Zeling, merasakan suka duka mereka yang sarat dengan cinta, pertemuan serta perpisahan yang menggugah hati.. (sumber: http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

May 2, 2011

Pelangi Menembus Matahari

Karya:   Ni Kuang

Diceritakan:  Chilly
Di edit/sadur:  Adhi Hidayat (See Yan Tjin Djin)


Di sebuah pulau terpencil datang dua orang kakak beradik bernama Bu Tong dan Bu Ta, mereka adalah anggota aliran sesat, yang sedang melarikan diri karena di kejar-kejar para pendekar yang ingin membunuhnya.

Saat itu di pulau terpencil menetap 2 orang, satu adalah anak kecil yang bernama Seng Cian dan satu lagi seorang kakek yang di juluki Ceng Liong Ong (Raja naga hijau).

Ceng Liong Ong pernah membabat habis orang-orang penting dari perkumpulan aliran sesat hingga berantakan. Sedangkan Bu Tong dan Bu Ta waktu itu masih rendah jabatannya sehingga tidak sampai terbunuh.

Karena ceroboh berlatih silat Ceng Liong Ong hampir tersesat, setelah mendapat bantuan dari dua orang ini dia bisa selamat, karena berjasa kedua kakak beradik dan anak kecil itu di angkat menjadi murid oleh Ceng Liong Ong.

Selama 8 tahun mereka tinggal di pulau itu belajar. Suatu hari sehabis mereka bertiga melaut, mereka melihat guru nya sedang duduk diam di batu karang, ternyata gurunya sudah meninggal, di batu itu tertulis pesan, supaya kakak beradik tinggal terus di pulau itu, sedangkan Seng Cian harus pergi ke Ceng-sia untuk belajar jurus terhebat Pelangi Menembus Matahari (Tiang Hong Koan Jit) yang di kuasai anak gadis gurunya.

Karena kedua kakak beradik memang dasarnya orang jahat, setelah gurunya meninggal mereka berubah lagi menjadi jahat, dan menyiksa adik seperguruannya, kemudian mereka bermaksud pergi ke Ceng-sia ingin menipu anak gadis gurunya, untuk memperoleh jurus Pelangi Menembus Matahari. Bagaimana Seng Cian menghadapi kedua kakak beradik yang jahat ini ?....

Ilmu Pedang Pengejar Roh

Karya: Mong Long

Persembahan: SeeYan TjinDjin


Pada awal cerita, tokoh Shen Zhong Yuan sepertinya bakal menjadi tokoh utama, tetapi ternyata kemudian malah menjadi tangan kanan si penjahat. Setelah awal cerita, rentang waktunya langsung melompat ke masa 40 tahun kemudian, di mana bayi yang baru lahir dan ditinggalkan ibunya sudah menjadi tokoh persilatan yang disegani bernama Meng Ju Zhong dan sudah punya anak - sepasang pemuda pemudi. Baru setelah cerita berkembang lebih jauh, diceritakan flash back kejadian sekitar 20 tahun lalu dari memori Meng Ju Zhong.

Inilah kisah tiga generasi - nenek, anak, dan cucu - dalam suatu pertikaian seputar perusahaan pengawalan (piauw kiok) dan perampok; kisah cinta yang rumit dan gambaran seks bebas / sebelum pernikahan yang dianggap sewajarnya. Seorang wanita yang sempat putus asa, berjiwa lurus tapi bisa juga telengas; seorang laki-laki yang menghalalkan cara gelap untuk mengejar kekayaan; seorang pemuda playboy yang tahu aturan; seorang biksuni palsu penuh nafsu duniawi; seorang gadis yang bisa membedakan dendam dan cinta; seorang jago sakti yang tak pernah kalah ... semuanya tumplek blek jadi satu cerita unik.

Ilmu silat utamanya adalah dari Kong Dong dan Hua San, terutama ilmu pedang Zhui Hun Duo Ming Jian Fa (Cui Im Toat Beng Kiam Hoat – ilmu pedang pengejar roh pencabut nyawa). (Sumber: http://hkw-ceritasilat.blogspot.com/)

Mar 26, 2011

PEDANG SESAT PISAU KEMATIAN

Pengelana Rimba Persilatan 

(Jiang Hu Lie Ren)

Karya: Huang Yi


Tokoh utama adalah Fu Ke-wei berjuluk Xie Jian Xiu Luo (Pedang Sesat Pisau Melengkung), tenaga dalam dan ginkangnya sangat tinggi, ilmu pedang dan am-gie berupa pisau bulan sabit boleh dibilang tanpa tandingan, sudah mencapai tingkatan ilmu hawa mengendalikan pedang.

Ia tidak ingin terkenal atau dikenal orang karena hanya akan mendatangkan ancaman bahaya, tergolong tanpa ampun terhadap musuhnya tapi selalu mengikuti aturan. Beberapa kali hampir mati tetapi akhirnya dapat bangkit kembali berkat pengalaman dan semangat hidupnya yang tinggi.

Lakonnya dimulai dari usaha Tian Long Jian (Pedang Naga Langit) Lu-zhao membalas dendam kepada Fu Ke-wei. Setelah usahanya sendiri gagal, Lu-zhao menyewa kelompok pembunuh bayaran terkemuka Perkumpulan Qing-lian untuk membunuh Fu Ke-wei dengan upah lima belas ribu liang perak.

Fu Ke-wei berhasil dijebak dan hampir mati, tetapi akhirnya lolos dari lubang jarum, bangkit lagi dan ganti memburu kelompok pembunuh itu sampai ke sarangnya di Jiu-jiang. Kasihan Perkumpulan Qing-lian, baru sekali gagal memenuhi order, sudah langsung jatuh pailit. Akhirnya Fu Ke-wei memburu si pemesan (Lu-zhao) untuk menghilangkan sumber ancaman bahaya.

Dalam perburuannya mencari jejak Lu-zhao, Fu Ke-wei masih harus berhadapan dengan para pesilat tangguh Perumahan Han-bei pimpinan Toan Hun Jian (Pedang Pemutus Arwah) Li Yong-kang di Xiang-yang, hanya karena ingin menegakkan keadilan untuk para korban tak berdosa akibat kecerobohan anak Li Yong-kang. Di sini ia menggunakan nama Fu-xian, dan sempat 2 kali terserang hingga luka parah. Satu demi satu jagoan undangan Li Yong-kang disapunya dan dibuat mundur oleh perbawanya yang luar biasa, hingga akhirnya Li Yong-kang harus menghadapinya sendiri dengan hati putus asa.

Dari Xiang-yang sampai ke Shan-xi, membuat jagoan setempat berkeringat dingin ketakutan, lalu ke kota kecil An-ping kabupaten Yang-gu memburu Yun Sang Nie (Wanita Baju Awan) yang diperkirakan mengetahui tempat persembunyian Lu-zhao, hingga bentrok dengan ketua Perumahan Qing-yun, Satu Pedang Utara Chen Ruo-yi, jago nomor satu dari Sembilan Jago Pedang Terbesar.

Dengan menggunakan nama Fu-jiu, ia meluruk kembali ke Shan-xi, ke Benteng Zhang-feng pimpinan Satu Pedang Dunia Xi Zhang-feng yang merupakan perampok kaya raya dan pelindung para buronan. Sampai di sini Fu Ke-wei mempunyai pengikut beberapa jagoan kelas atas, yang bisa membunuh orang seperti membabat rumput, yaitu Ratu Lebah Ouw Yu-zhen, Xie Shen (Dewa Sesat) Tu Bu, Nie Sha Yin Hoa (Wanita Jahat Bunga Perak) Chao Yung-ling, dan Hoa Fei Hoa (Bunga Bukan Bunga) Ling Yu-ji. Bagaikan harimau tumbuh sayap, sebagian besar jagoan Benteng Zhang-feng dibantai habis, hingga ketuanya - Xi Zhang-feng melarikan diri.

Sekarang giliran Xi Zhang-feng yang diburu oleh Fu Ke-wei, termasuk wakil ketua Perkumpulan Cun-qiu yang ikut melibatkan diri. Perburuan sampai ke kota Wu-chang, daerah kekuasaan hartawan keluarga Guan dan Du, terus ke kota Jiang-ning sampai terbasminya tokoh-tokoh utama Perkumpulan Cun-qiu, lalu ke Xu-zhou untuk akhirnya menghadapi penghalang terakhir, Xiao Yao Xian Ke (Dewa Bebas) di kuil Jing-yun di danau Wei-shan.

Dalam perburuan ini muncul pula jagoan-jagoan Jin She Dong (Gua Ular Emas), yang termasuk golongan putih tingkat atas, ikut meramaikan pertarungan.

Cerita dimulai dari keadaan Fu Ke-wei seorang diri di makam Tian Luo Fei Mo - gurunya, dan diakhiri pula di makam tersebut dengan keadaan yang berbeda, Fu Ke-wei sudah didampingi oleh 2 orang istri cantik dan 3 orang pengikut yang setia dan mengaguminya. (- Sun Bao - )


Mar 6, 2011

KEDELE MAUT

Karya:  Khu Lung
Penyadur: ???


Disebuah tempat yang berpemandangan sangat indah dibukit Eng tong coa, berdiri belasan orang kakek bertubuh kekar. Mereka semua adalah ketua dari perguruan kenamaan serta mempunyai nama besar dalam dunia persilatan, tapi saat itu semuanya berdiri tenang disitu sambil melelehkan air mata bercampur darah.

Apakah kawanan jago lihai ini telah mengalami suatu tragedy yang memedihkan hati?
Mengapa mereka mengucurkan air mata bercampur darah…..?
Tidak! Mereka bukan sedang menangis, tapi nyawa mereka telah melayang meninggalkan raganya. Tempat yang mematikan persis diatas mata, diantara cucuran darah tampak dua butir kedele menancap dalam dalam disana.

Hanya saja mayat-mayat itu tidak roboh ketanah seolah-olah mereka tak rela untuk mati, sukma mereka seolah-olah tak mau buyar.  Sekalipun pemandangan yang aneh, keji dan misterius ini Belum bisa dibilang sebagai suatu pemandangan luar biasa, paling tidak belum pernah terjadi sebelum ini….

Peristiwa aneh ini baru diketahui orang sebulan kemudian, dunia persilatan segera dibuat gempar.   Tak seorangpun tahu mengapa tokoh-tokoh silat yang berdiam tersebar disegala penjuru dunia persilatan ini bisa berkumpul semua disitu? Tentu saja tiada yang mengetahui siapa  pembunuhnya.

Yang membuat orang lebih keheranan adalah tidak ditemukannya tanda-tanda perlawanan dari kawanan tokoh sakti yang berilmu silat tinggi ini, ataukah mereka rela dirinya dibantai orang? Berita pembunuhan ini tersebar diseluruh negeri dalam waktu singkat, menyusul kemudian peristiwa pembunuhan dengan senjata kedelepun berlangsung disetiap wilayah.

Nyawa demi nyawa melayang meninggalkan raga. Perasaan ngeri dan ciut makin pula mencekam perasaan tiap umat persilatan. Maka para jago dari golongan putih dan hitam pun bersama-sama menyebar kartu undangan Bu lim tiap untuk mengundang segenap umat persilatan agar merundingkan persoalan ini, serta menyelidiki siapakah pembunuh keji itu.

Oleh karena tak ada yang tahu identitas pembunuhnya sedang pembunuh tersebut gemar membunuh orang dengan memakai kacang kedele, maka orangpun menyebutnya dengan “Kedele Maut”.     

Feb 11, 2011

PENDEKAR PEDANG BURUK RUPA


Cerita di mulai dengan di serangnya sebuah perumahan Ji-san-cung oleh segerombolan manusia yang telah memporak-porandakan dua keluarga pemimpin perkampungan tersebut, ketua pertama dan ketua kedua tewas, sedangkan istrinya yang sedang hamil tua berhasil melarikan diri, sesudah anak ketua pertama yang bernama Kiong-couw meningkat dewasa, suatu ketika ibunya tewas di serang musuh dengan keadaan yang sangat menyedihkan, membuat Kiong-couw tambah ingin membalas dendam pada musuh-musuhnya. 

Untuk membalaskan dendamnya Kiong couw berusaha mencari guru hebat untuk belajar ilmu pedang, dan dia berhasil mengangkat seorang pendekar pedang nomor satu yang selalu memakai topeng buruk rupa, selain itu dia juga mendapat kitab pusaka Ih-hoan-poh-lu yang menjadi incaran orang-orang persilatan, Kiong-couw pun mempelajari ilmu silat dari kitab tersebut, sehingga dia menjadi seorang pemuda yang berilmu sangat tinggi. 

Pada saat itu di dunia persilatan muncul sebuah perkumpulan pedang emas, yang ingin menguasai dunia persilatan, setelah di selidiki ternyata perkumpulan itu terlibat dalam peristiwa penyerangan perkampungan Ji-san-cung dan terkait dengan tewasnya ibunda Kiong Couw, satu persatu orang yang terlibat dalam peristiwa itu di hadapi oleh Kiong Couw sampai terakhir pada dalam suatu pertemuan besar yang diadakan dunia persilatan, Kiong Couw bertekat membereskan hutang-piutangnya dengan orang-orang yang telah membunuh kedua orang tuanya. (sumber : http://hkw-ceritasilat.blogspot.com)

Feb 9, 2011

POHON KRAMAT

Karya: Khu Lung

  
   POHON penggantungan terletak di-dalam sebuah rimba raya yang gelap,kecuali sebuah pohon gundul ditengah- tengah rimba itu, semua pohon-pohon bersemi berdaun lebat.
  Pohon gundul itulah yang disebut sebagai Pohon Penggantungan.
Mengapa ?
   Yang diartikan dengan pohon penggantungan ialah pohon yang digunakan untuk menggantung sesuatu, disini ialah menggantung manusia.
   Cerita dimulai sedari tiga tahun yang lalu, pertama kali pohon gundul yang sudah hampir mati itu memegang sebagai peraturan cerita.
  Pada suatu hari, diatas pohon gundul yang sudah hamper mati itu tergantung seorang gadis, mati tidak bernapas.
   Tahun kedua, ditempat yaog sama, tergantung pula gadis lainnya.
   Demikian juga terjadi pada tahun ketiga, seorang gadis, cantik pula yang kedapatan mati tergantung pada pohon itu.
  Pohon tua, gundul tidak berdaun pohon yang sudah hampir roboh itu dinamakan Pohon Penggantungan.
   Mungkin terjadi dugaan yang menyaksikan seramnya pohon penggantungan itu. Apa yang diherankan, bila seseorang bunuh diri diatas sebuah pohon.
Tidak mungkin mereka bunuh diri saudara. Ingin mengetahui alasan-alasannya?

Mari kita uraikan sebagai berikut.

    1. Setiap orang yang mati digantung di-atas pohon penggantungan ialah berupa anak gadis yang muda belia, ciri ciri yang paling khas ialah mereka mempunyai wajah yang cantik.

    2. Bila perawan cantik yang tidak mempunyai ilmu kepandaian, mungkin mudah dihina dan digantung orang. Pokok persoalan ialah tidak seorangpun dari korban-korban 
itu yang tidak berilmu tinggi. Mereka berupa tokoh tokoh silat yang cukup ternama.
    3. Waktu terjadinya drama penggantungan ialah disekitar malam Tong ciu, hari Pek gwe Cap gwe.

   Mengingat ketiga alasan diatas ini, putusan yang paling tepat ialah, para korban yang mati diatas pohon penggantungan bukan dikerenakan bunuh diri, tetapi dibunuh atau digantung orang!

    Di bunuh orang?
    Memeriksa tubuh para gadis yang digantung diatas pohon penggantungan, tidak ada tanda tanda luka atau cirri ciri dibunuh orang. Tidak ada tanda tanda bahwa mereka mati diserang penyakit.
   Mati tua tentu tidak mungkin karena umur mereka masih muda.
   Mati diserang wabah penyakitpun sulit di terima, karena tidak mungkin terjadi pada waktu yang ditetapkan.
   Inilah yang membikin pusing kepala. Bila tidak ada keanehan lainnya, cerita ini sudah boleh ditutup segera.
Yang lebih aneh lagi ialah, dua hari setelah mereka mati digantung diatas pohon penggantungan, jenazah jenazah para gadis cantik itu lenyap tanpa bekas.

   Bila tidak ada tangan jail yang menggantung para gadis itu dan meletakkannya di atas pohon penggantungan, tentu tidak mungkin?
   Bila tidak ada tangan usil yang menurunkan jenazah jenazah itu dari atas pohon penggantungan, tentu tidak mungkin.
Siapa tangan jail itu ?
  Siapa tangan usil itu. Seoranglah yang memegang peranan sebagai si tangan jail dan si tangan usil? Apa maksud tujuannya? Baik? Atau jahat?
Mari kita mulai mengikuti jalan cerita...

DOWNLOAD  E-book

Feb 2, 2011

Si RACUN DARI BARAT

See Tok Ouw Yang Hong Tay Toan

Karya : Chin Yung


Cerita silat ini merupakan kisah awal sebelum trilogi Kisah Memanah Rajawali. Tokoh-tokoh macam Ciu Pek Tong, Oey Yok Su Majikan Pulau Persik, Ang Cit Kong Ketua Partai Pengemis, Ouw Yang Houw dll, dikenalkan pada kisah ini.

Cerita ini berawal dari Pengembaraan Ouw Yang Houw yang dikenal sebagai Sastrawan Bloon dari daerah See Hek. Penghinaan bertubi-tubi atas dirinya karena tidak bisa silat, memaksa dirinya untuk mempelajarinya. Suatu hari Ouw Yang Houw dibawa oleh murid Raja Racun Tua untuk dipaksa menjadi muridnya. Disana gurunya diracun oleh muridnya sendiri dan ....... (sumber : http://ebook-gratis-kirara.blogspot.com)

DOWNLOAD E-book

Jan 4, 2011

BENTROKNYA RIMBA PERSILATAN

Karya: Khu Lung / Gu Long

Niatnya untuk berguru pada Thian Jan Su seorang tokoh sakti aneh dan tidak ada tandingannya mendadak sirna karena Thian Jan Shu meninggal akibat terkena pusaka Thian Liong Suo (Bor Naga Langit) ketika bertarung dengan Thian San Chiet Kiam (7 Jago pedang dari Thian San), sebelum meninggal Thian Jan Su telah meninggalkan seluruh Ilmunya diatas 7 buah Hiolo kuno yang kemudian direbut oleh 7 ketua partai persilatan.

Dikarenakan saat itu Boen Ching menyaksikannya untuk menghilangkan jejak, satu persatu dari ketua partai persilatan terpaksa memukul tubuh Boen Ching yang masih kecil itu dengan ilmu telapak pamungkas dari perguruan mereka masing-masing.

Diambang kematian Boen Ching ia akhirnya berhasil ditolong dan diangkat menjadi muridnya oleh Ie Bok Tocu salah seorang murid dari seorang tokoh sakti yang menjadi musuhnya Thian Jan Shu.

Dalam pengembaraanya secara tidak sengaja ia mendapat belajar ilmu Thay Thien Kioe Sih (sembilau jurus jungkir balik) & Pedang Pusaka Cing Hong Kiam (Pedang Sinar Hijau) disebuah gua tempat penyimpanan harta dari salah seorang tokoh Bu Lim Su Mo (4 Iblis Dunia Persilatan).

Dikarenakan salah satu Hiolo Kuno peninggalan Thian Jan Shu sudah dibuang oleh Ketua Siauw Lim Pay di Telaga Dingin, yang konon didasarnya terdapat seekor naga yang menjadi penghuninya, sehingga tidak seorangpun tokoh persilatan kala itu yang berani masuk ke Telaga Dingin itu kecuali Boen Ching yang akhirnya bisa mengalahkan Naga Dingin penunggu dasar Telaga Dingin tersebut.

Bukan cuma itu di didasar telaga juga ia menemukan sebuah gua yang didalamnya terdapat tulang seekor Naga Emas yang sudah lama mati dan dimulutnya terdapat sebuah Pil berwarna Emas & jenasah Pendeta dari Thian Tok “ Wang Huo” yang sudah ratusan tahun lamanya meninggal dan meninggalkan ilmu pedang “Hong Loei Chiet Kiam" yang digunakan pendeta itu untuk mengalahkan Naga Emas dan merantai Naga Dingin, akhirnya didapatkan Boen Ching juga.

Munculnya anak murid Thian Jan Shu dan tokoh2 sakti seangkatannya, beberapa iblis2 tua yang jarang menampakan diri dan perguruan misterius Mie Cong Bun turut meramaikan dalam perebutan 7 Hiolo Kuno walaupun akhirnya rahasia ilmu dari Hiolo tersebut berhasil dipecahkan Boen Ching yang ternyata adalah ilmu khiekang ” Chiet Kong Kang Khie”

Nov 12, 2010

DENDAM IBLIS SERIBU WAJAH

Karya: Khu Lung

Dunia Kangouw yang selama ini tenang dan damai tiba-tiba saja dilanda gelombang badai yang dahsyat. Seorang algojo muncul entah dari mana. Persis seperti malaikat maut yang mencabut nyawa orang-orang yang dipilihnya. Tidak ada seorang pun yang tahu asal-usulnya. Belum pernah ada seorangpun yang sempat melihat wajahnya yang asli. Ilmu silatnya yang tinggi sulit diukur dan keahliannya dalam merias wajah tak dapat diketemukan kelemahannya. Tiba-tiba dia muncul sebagai seorang kakek-kakek tua. Kemudian beberapa hari kemudian, dia berubah menjadi seorang pemuda belasan tahun. Datang tanpa bayangan, pergi pun tidak meninggalkan jejak.

Cian bin mo-ong (Iblis Seribu Muka)! Asal nama ini muncul, pasti ada mayat yang bergelimpangan. Kehadiran orang ini bagaikan angin topan yang memporak-porandakan seluruh Bulim, menyiutkan nyali setiap tokoh yang namanya agak terkenal. Dari setiap korban yang jatuh, dapat dibuktikan bahwa sasarannya adalah orang-orang yang mempunyai nama cukup besar di dunia Kangouw. Dalam waktu tiga bulan saja, dia sudah membuat dunia Bulim menjadi sebuah tempat yang mengerikan dan seolah tiada lagi wilayah yang aman untuk bersembunyi.

Siapa nyana ternyata Iblis yang ditakuti itu adalah seorang anak muda yang bernama Tan Ki yang beberapa tahun lalu masih berupa bocah pengemis yang luntang lantung, dikarenakan mendapatkan Ilmu Merias Wajah dari seorang pengemis tak dikenal yang ditolongnya. Karena keinginannya membalas dendam ia terpaksa masuk kedalam Gua Terlarang perkumpulan Ti Ciang Pang dan mencuri belajar ilmu peninggalan bekas ketua-ketua lama perkumpulan tersebut yang sudah lama mati. Di gua itu juga ia menemukan kitab ilmu silat misterius “Tian Si Samsut (Tiga jurus bentangan langit)” dan yang kedua bernama “Te Sa Jit-sut (Tujuh jurus hamparan tanah)” yang pada saat itu sangat sulit dimengertinya (Ilmu itu ternyata dapat dimengertinya ketika ia bertempur dengan musuh-musuhnya) yang ternyata merupakan Ilmu Silat Tingkat Tinggi.

DOWNLOAD E-book

SERULING PERAK SEPASANG WALET

(Gin Tie Suang Yen)

Karya: Khu Lung

Mengisahkan tentang perjuangan seorang anak muda bernama Ciok Giok Yin dalam mendapatkan Kitab Pusaka Cu Cian dan Seruling Perak. Dalam usahanya mencari kedua pusaka itu berkali-kali ia harus bentrok dengan Sang Yen Hwee (Perkumpulan Sepasang Walet).

Sifatnya yang angkuh membuatnya selalu berada dalam bahaya maut, tetapi berkat pertolongan dari tokoh-tokoh sakti yang beberapa ternyata adalah bekas anak buah ayahnya Sin Kiong Te Kun (Majikan Istana Dewa).

Penemuan-penemuan aneh hanya orang yang berjodoh saja mendapatkannya dialami Ciok Giok Yin. Salah satunya adalah peta Si Kauw Hap Liok Tou yang menunjukan mustika “Pil Api Ribuan Tahun”. Dikarenakan keteledorannya ia memakan Pil itu tanpa memeriksa catatan kecil yang mengharuskan Pil itu dimakan bersama “ikan mas dari telaga dingin ikan mas dari telaga dingin”. Akibatnya ia menderita suatu kelainan tidak boleh berhubungan intim(suami istri) dengan wanita, kecuali wanita tersebut mempelajari Im Yang Ceng Koy (Kitab Penjelasan Im Yang) dan harus dilayani lebih dari satu orang wanita???…

DOWNLOAD E-book

Oct 19, 2010

PEDANG PUSAKA DEWI KAHYANGAN

SIAN KU PO KIAM

Karya : Khu Lung

Berkisah tentang Khong Tong Pay yang merupakan salah satu dari 8 partai besar di Bu Lim , tiba – tiba berambisi menguasai dunia persilatan. Dengan berbagai cara yang licik dan tokoh-tokoh sakti golongan hitam & putih yang mendukung operasi mereka membuat Song Ceng San “Bu Lim Bengcu” (ketua dunia persilatan) yang sudah mengundurkan diri mau tidak mau terpaksa memimpin pergerakan melawan kekuatan besar ini.

Yok Sau Cun sang jagoan kita ini demi melaksanakan titah gurunya dia harus bisa bertahan dari sejurus ilmu pedang Song Ceng San sang Bu Lim Bengcu yang kala itu merupakan jago pedang no satu dunia persilatan. Pertemuannya dengan tidak sengaja dengan seorang gadis bercadar yang membawa pedang Cen Ku Kiam ( Sian Ku Po Kiam) yang ternyata merupakan keponakan dari Bu Lim Bengcu telah menanamkan benih cinta dari gadis itu terhadap jagoan kita.

Walaupun judulnya Sian Ku Po Kiam, tapi ceritanya tidak terlalu berfokus ke pedang pusaka tersebut yang cuma disentil diawal sampai pertengahan cerita. Tidak ada Dendam Kesumat seperti cerita silat kebanyakan, yang harus dijalani sang jagoan kita ini.

DOWNLOAD Ebook