Pendekar Penyebar Maut (lanjutan Darah Pendekar)
Sebuah situs pribadi untuk para penggemar novel cerita silat mandarin, dan kumpulan ebook motivasi...
Jul 6, 2012
Pendekar Penyebar Maut (lanjutan Darah Pendekar)
Feb 8, 2011
SULING NAGA
Feb 7, 2011
Si BANGAU MERAH

Episode ini diawali dengan cerita kedekatan hubungan Yo Han dan Tan Sian Li kecil. Karena watak Yo Han yang unik karena anti kekerasan sehingga tidak mau belajar silat, Tan Sin Hong dan Kao Hong Li khawatir akan menular kepada Tan Sian Li, suami istri itu lalu merencanakan untuk menitipkan Yo Han pada sebuah kuil, yang secara tidak sengaja bocor ke Yo Han hingga anak itu berencana untuk pergi atas inisiatif sendiri.
Sementara itu, perkumpulan Thian-li-pang dikenal sangat berambisi mengusir penjajah Mancu bekerjasama dengan Pek-lian-kauw berencana mengadu domba perkumpulan-perkumpulan besar (Siauw-lim-pai, Bu-tong-pai, Go-bi-pai, dan Kun-lun-pai) yang mereka anggap sebagai penghalang perjuangan, rencana ini berjalan dengan mulus dan terjadilah kegemparan luar biasa akibat meningkatnya kekerasan di kang ouw.
Keluarga Pulau Es dan Istana Gurun Pasir secara tidak sengaja terkena getah dari pertikaian ini akibat menolong salah seorang sobat mereka dari salah satu perkumpulan besar, bahkan Kao Cin Liong dan istrinya Suma Hui hampir saja menemui ajal jika saja tidak ditolong oleh Yok-sian Lo-kai. Merasa ada kejanggalan, dua keluarga pedekar ini berinisiatif mempertemukan semua kelompok-kelompok yang bertikai untuk meredakan kekacauan, rencana ini berlangsung dengan baik, akibatnya mereka semakin dibenci olehThian-li-pang dan Pek-lian-kauw.
Saat peristiwa besar itu berlangsung, Yo Han secara ajaib menarik perhatian Lauw Han Kui, wakil ketua Thian-li-pang, yang memang sedang mencari anak berbakat untuk dipersembahkan kepada uwa-supeknya, Thian-te Tok-ong, yang sedang mencari murid. Keinginannya itu tercapai setelah menukarnya dengan 12 remaja yang akan digunakan oleh Ang I Moli sebagai korban kesuksesan ilmu barunya. Dengan segera Yo Han berpindah tangan dan menjadi murid Thian-te Tok-ong yang secara cerdik mengajarinya ilmu samadhi dan silat tangguh yang disamarkan menjadi ‘tarian’.
Secara tidak sadar,Yo Han yang membenci silat justru perlahan terbentuk menjadi pendekar pilih tanding, bahkan Ang I Moli sendiri yang kemudian datang memamerkan ilmu barunya hanya bisa mencak-mencak karena cuma bisa imbang melawan Yo Han. Tan Sian Li sendiri juga berkembang menjadi pendekar wanita tangguh setelah mendapat gemblengan langsung dari ayah dan ibunya.
Yo Han yang merasa iba dengan seorang tahanan misterius, masuk ke dalam sumur dengan maksud untuk menolongnya. Keberuntungan menghampirinya karena tahanan itu ternyata adalah Ciu Lam Hok orang termuda dan terhebat dari 3 serangkai pendiri Thian-li-pang yang dicurangi oleh kedua kakak seperjuangannya karena perbedaan faham mengenai arah Thian-li-pang.
Mengetahui hal itu, Thian-te Tok-ong dan Ban-tok Mo-ko murka dan mengubur sumur itu dengan bebatuan dengan harapan keduanya tewas, namun mereka tidak menyangka bahwa di dalam sumur itu ada gua lain yang membaut keduanya selamat. Yo Han pun diangkat menjadi murid Ciu Lam Hok yang berhasil meruntuhkan prinsip Yo Han mengenai silat dan mewarisinya dengan ilmu super sakti yang belum pernah tampil di dunia luar, Bu-kek Hoat-keng.
Yo Han sendiri yang telah berubah menjadi pendekar yang sulit dicari tandingannya, keluar dari gua untuk melaksanakan 3 amanat gurunya sebelum meninggal, yaitu: mengembalikan Thian-li-pang ke jalan kebenaran, mencari Ciu Ceng adik gurunya, dan menemukan kembali mutiara hitam di tanah selatan (Miauw).
Bagaimana hubungannya dengan Tan Sian Li yang pada dasarnya tidak disetujui oleh Tan Sin Hong suami istri…
KISAH SI BANGAU PUTIH

Kisah Si Bangau Putih merupakan episode ke-14 dari cerita silat fiksi Bu Kek Sian Su karya A. S. Kho Ping Hoo. Episode ini merupakan sambungan langsung dari episode sebelumnya Suling Naga dan kemudian akan dilanjutkan lagi ceritanya dalam episode ke-15 berjudul Kisah si Bangau Merah.
Episode ini meski masih kental diwarnai oleh kiprah keluarga Pulau Es namun sebenarnya yang menjadi sentral dalam ceritanya adalah keluarga Istana Gurun Pasir. Cerita dalam episode ini memperjelas terkikisnya dominasi marga Suma (keluarga Pulau Es), Kao (keluarga Gurun Pasir), dan Kam (keluarga Suling Emas) mengingat keturunan terakhir mereka semuanya adalah perempuan. Tokoh sentral dalam cerita ini adalah Pendekar Bangau Putih Tan Sin Hong, Kao Hong Li, Suma Lian, dan Gu Hong Beng.
Kisah ini dimulai dengan kunjungan Tiong Khi Hwesio (Wan Tek Hoat) ke Istana Gurun Pasir. Keisengan mereka bertiga yang coba-coba menantang ganasnya badai pasir malah mempertemukan mereka dengan Tan Sin Hong kecil yang sedang mencoba menolong ibunya yang sudah meninggal. Mereka kemudian menolong anak ini dan memutuskan untuk mengangkatnya sebagai murid dan pewaris terakhir ilmu-ilmu sakti yang mereka miliki.
Tan Sin Hong yang sedang mempelajari jurus gabungan intisari ilmu-ilmu dari ketiga gurunya, Pek-ho Sin-kun (Silat Sakti Bangau Putih), dilarang untuk mengeluarkan sin-kang dan melakukan gerakan silat selama 1 tahun penuh. Malang tak dapat ditolak, justru di saat ketiga gurunya sedang dalam kondisi lemah setelah menyalurkan sin-kangnya ke Tan Sin Hong, terjadi penyerbuan ke Istana Gurun Pasir oleh Sin-kiam Mo-li dan komplotannya. Kakek Kao Kok Cu dan istrinya Wan Ceng, serta iparnya Tiong Khi Hwesio gugur dengan gagah berani setelah menewaskan sebagian besar menyerangnya, meski tetap gagal menewaskan Sin-kiam Mo-li yang bahkan menyita Ban-tok-kiam dan Cui-beng-kiam. Tan Sin Hong menyempurnakan jasad guru-gurunya dengan membakarnya beserta seluruh bangunan Istana Gurun Pasir. Keputusan Sin-kiam Mo-li untuk tidak membunuh Tan Sin Hong yang dianggapnya tidak punya kemampuan silat akan menjadi bumerang baginya kelak. Tan Sin Hong yang lolos dari maut kemudian menyepi di sebuah hutan untuk menuntaskan puasa silatnya selama satu tahun.
Setahun kemudian, Tan Sin Hong memutuskan untuk mengungkap misteri kematian orang tuanya lebih dulu sebelum menyampaikan kabar duka kematian penghuni Istana Gurun Pasir ke keluarga Kao Cin Liong. Meski awalnya cukup rumit karena terbunuhnya setiap orang yang punya kaitan dengan peristiwa itu, namun akhirnya muncul titik terang yang mengarahkan pelakunya adalah orang-orang Tiat-liong-pang……
Feb 6, 2011
Cinta Bernoda Darah
Asmaraman S. Kho Ping Hoo

Cerita ini menyambung langsung kisah sebelumnya “Suling Emas”. Cerita dalam episode ini nantinya akan dilanjutkan dalam episode berikutnya berjudul Mutiara Hitam.
Dalam episode ini, keluarga Kam (keluarga Suling Emas) akan meneruskan kiprahnya sebagai protagonis utama, sedangkan marga Suma (merupakan cikal bakal dari Pendekar Super Sakti Suma Han) baru akan memulainya, meski kebanyakan sebagai antagonis. Episode ini akan meneruskan kembali petualangan Pendekar Suling Emas Kam Bu Song, sepak terjangnya dan kisah asmaranya.
Episode ini diawali beberapa tahun setelah episode sebelumnya. Di puncak Thai-san, awal musim semi, banyak berdatangan manusia yang mengharapkan sedikit petunjuk dari Bu Kek Siansu, termasuk di antaranya adalah tokoh-tokoh dari partai-partai ternama dunia persilatan. Namun ketenangan puncak menjadi ternoda saat tiba-tiba datang 3 orang dari Thian-te Liok-koai (Enam Setan Dunia), yaitu: Hek-giam-lo (Maut Hitam) Bayisan, It-gan Kai-ong (Raja Pengemis Mata Satu) Pouw Kee Lui, dan Siang-mou Sin-ni (Dewi Rambut Harum) Coa Kim Bwee.
Mareka lantas membunuhi anggota dari partai-partai ternama itu hanya untuk kesenangan. Kim-siauw-eng (Pendekar Suling Emas) Kam Bu Song yang datang kemudian malah ditawur oleh ketiganya, meski secara diam-diam Bu Kek Siansu menolongnya dan membuat ketiga penjahat itu kabur. Bu Kek Siansu lantas menurunkan 2 ilmu baru kepada Kam Bu Song sesuai dengan wataknya sebagai orang lurus dan terpelajar.
Setelah kepergian Kam Bu Song, ketiga penjahat itu muncul lagi dan meminta Bu Kek Siansu menurunkan ilmu yang sama dengan yang tadi diberikan pada Kam Bu Song. Namun karena dasar berbeda, mereka bukannya paham tapi malah menganggap Bu Kek Siansu mempermainkan mereka, marah karena itu, mereka menyerang Bu Kek Siansu dan merampas khim (kecapi) serta kitab Tiong Yong miliknya…..
SULING EMAS
Karya: Asmaraman S. Kho Ping Hoo

Buku Suling Emas mengisahkan tentang seorang pendekar yang dijuluki Kim Mo Eng (setan berhati emas), yang dalam suatu kesempatan bisa bertemu dan mendapatkan petunjuk ilmu silat dari Bu Kek Siansu (manusia setengah dewa) . Julukan ini memang sesuai dengan watak Kim Mo Eng yang memiliki nama asli Kwee Seng. Dia memiliki gerakan silat seperti setan dan memiliki hati seperti emas karena suka menolong yang lemah. Ilmu silat yang dia pelajari dan telah disempurnakan oleh Bu Kek Sian Su adalah ilmu silat dengan menggunakan senjata dari suling dan kipas.
Kim Mo Eng jatuh cinta pada seorang gadis yang bernama Liu Lu San, tetapi cintanya ini bertepuk sebelah tangan sehingga membuat dirinya kecewa. Kim Mo Eng Memiliki seorang murid yang bernama Kam Bu Song, yang merupakan anak dari Liu Lu Sian. Kam Bu Song inilah yang akhirnya memiliki julukan Suling Emas. Dia memiliki seluruh ilmu Kim Mo Eng, dan mendapatkan beberapa petunjuk ilmu silat dari Bu Kek Sian Su. Buku ini juga menceritakan sepak terjang Kim Mo Eng dan muridnya Suling Emas dalam memberatas kejahatan.
Kisah dalam episode ini tidak menyambung secara langsung dari episode sebelumnya, namun terjadi setelah sang tokoh utama, Kwee Seng, telah terkenal di dunia persilatan dengan julukan Kim-mo-eng (Pendekar Setan Berhati Emas) dengan jurus-jurus andalannya yang telah disempurnakan oleh manusia setengah dewa Bu-kek Sian Su.
BU KEK SIAN SU

Karya: Asmaraman S. Kho Ping Hoo
Bu Kek Siansu adalah sebuah karakter khayalan hasil karya Kho Ping Hoo, dan merupakan serial bersambung terpanjang terbaik disamping seri Pedang kayu Harum (Siang Bhok Kiam). Ia dikisahkan pada masa kecilnya disebut Anak Ajaib (Sin Tong) karena dalam usianya yang amat muda telah memiliki kepandaian dalam mengobati berbagai penyakit. Kebiasaannya menjemur diri di sinar matahari pagi dan di bawah terangnya bulan purnama, menguatkan tulang dan membersihkan darahnya sehingga menarik minat kaum datuk persilatan untuk mengangkatnya menjadi murid.
Perebutan atas diri bocah ajaib yang bernama Kwa Sin Liong, anak tunggal dari Keluarga Kwa di kota Kun-Leng, akhirnya dimenangkan oleh Pangeran Han Ti Ong. Seorang sakti keturunan raja yang bertempat tinggal di sebuah tempat yang mendekati dongeng di laut utara, yang dikenal di kalangan kangouw (sungai-telaga) dengan nama Pulau Es yang konon Istana yang ada dipulau es terdapat banyak sekali kitab-kitab sakti..
Kelak Kwa Sin Liong menjadi pewaris Pulau Es, setelah kerajaan yang dipimpin Han Ti Ong musnah disapu banjir besar (tsunami?). Dia kemudian disebut-sebut sebagai manusia dewa. Dia punya kebiasaan menurunkan satu jenis ilmu silat setiap awal musim semi. Ilmu yang didapat Kam Bu Song (Suling Emas) bersumber darinya.
Namun secara resmi Bu Kek Siansu hanya mempunyai tiga orang murid, yakni Kam Han Ki, Maya dan Khu Siauw Bwee. Nama Bu kek Sian Su terakhir kali muncul di dunia Kangouw pada kisah “Istana Pulau Es”
Jan 23, 2011
PUKULAN TANGAN DEWA
Ilustrator/Karya : Yanes

