Sebuah situs pribadi untuk para penggemar novel cerita silat mandarin, dan kumpulan ebook motivasi...
Feb 16, 2013
Ilmu Ulat Sutera
Mar 26, 2011
PEDANG SESAT PISAU KEMATIAN
Ia tidak ingin terkenal atau dikenal orang karena hanya akan mendatangkan ancaman bahaya, tergolong tanpa ampun terhadap musuhnya tapi selalu mengikuti aturan. Beberapa kali hampir mati tetapi akhirnya dapat bangkit kembali berkat pengalaman dan semangat hidupnya yang tinggi.
Lakonnya dimulai dari usaha Tian Long Jian (Pedang Naga Langit) Lu-zhao membalas dendam kepada Fu Ke-wei. Setelah usahanya sendiri gagal, Lu-zhao menyewa kelompok pembunuh bayaran terkemuka Perkumpulan Qing-lian untuk membunuh Fu Ke-wei dengan upah lima belas ribu liang perak.
Fu Ke-wei berhasil dijebak dan hampir mati, tetapi akhirnya lolos dari lubang jarum, bangkit lagi dan ganti memburu kelompok pembunuh itu sampai ke sarangnya di Jiu-jiang. Kasihan Perkumpulan Qing-lian, baru sekali gagal memenuhi order, sudah langsung jatuh pailit. Akhirnya Fu Ke-wei memburu si pemesan (Lu-zhao) untuk menghilangkan sumber ancaman bahaya.
Dalam perburuannya mencari jejak Lu-zhao, Fu Ke-wei masih harus berhadapan dengan para pesilat tangguh Perumahan Han-bei pimpinan Toan Hun Jian (Pedang Pemutus Arwah) Li Yong-kang di Xiang-yang, hanya karena ingin menegakkan keadilan untuk para korban tak berdosa akibat kecerobohan anak Li Yong-kang. Di sini ia menggunakan nama Fu-xian, dan sempat 2 kali terserang hingga luka parah. Satu demi satu jagoan undangan Li Yong-kang disapunya dan dibuat mundur oleh perbawanya yang luar biasa, hingga akhirnya Li Yong-kang harus menghadapinya sendiri dengan hati putus asa.
Dari Xiang-yang sampai ke Shan-xi, membuat jagoan setempat berkeringat dingin ketakutan, lalu ke kota kecil An-ping kabupaten Yang-gu memburu Yun Sang Nie (Wanita Baju Awan) yang diperkirakan mengetahui tempat persembunyian Lu-zhao, hingga bentrok dengan ketua Perumahan Qing-yun, Satu Pedang Utara Chen Ruo-yi, jago nomor satu dari Sembilan Jago Pedang Terbesar.
Dengan menggunakan nama Fu-jiu, ia meluruk kembali ke Shan-xi, ke Benteng Zhang-feng pimpinan Satu Pedang Dunia Xi Zhang-feng yang merupakan perampok kaya raya dan pelindung para buronan. Sampai di sini Fu Ke-wei mempunyai pengikut beberapa jagoan kelas atas, yang bisa membunuh orang seperti membabat rumput, yaitu Ratu Lebah Ouw Yu-zhen, Xie Shen (Dewa Sesat) Tu Bu, Nie Sha Yin Hoa (Wanita Jahat Bunga Perak) Chao Yung-ling, dan Hoa Fei Hoa (Bunga Bukan Bunga) Ling Yu-ji. Bagaikan harimau tumbuh sayap, sebagian besar jagoan Benteng Zhang-feng dibantai habis, hingga ketuanya - Xi Zhang-feng melarikan diri.
Sekarang giliran Xi Zhang-feng yang diburu oleh Fu Ke-wei, termasuk wakil ketua Perkumpulan Cun-qiu yang ikut melibatkan diri. Perburuan sampai ke kota Wu-chang, daerah kekuasaan hartawan keluarga Guan dan Du, terus ke kota Jiang-ning sampai terbasminya tokoh-tokoh utama Perkumpulan Cun-qiu, lalu ke Xu-zhou untuk akhirnya menghadapi penghalang terakhir, Xiao Yao Xian Ke (Dewa Bebas) di kuil Jing-yun di danau Wei-shan.
Dalam perburuan ini muncul pula jagoan-jagoan Jin She Dong (Gua Ular Emas), yang termasuk golongan putih tingkat atas, ikut meramaikan pertarungan.
Cerita dimulai dari keadaan Fu Ke-wei seorang diri di makam Tian Luo Fei Mo - gurunya, dan diakhiri pula di makam tersebut dengan keadaan yang berbeda, Fu Ke-wei sudah didampingi oleh 2 orang istri cantik dan 3 orang pengikut yang setia dan mengaguminya. (- Sun Bao - )
Sep 17, 2010
KEMBALINYA ILMU ULAT SUTERA
Karya: Huang Ying
Disadur: Liang YZ
Dunia persilatan geger, sebab beberapa ketua perkumpulan di dunia persilatan telah tewas dengan ciri-ciri di tubuhnya terdapat banyak serat ulat sutra yang menjadi ciri ilmu ulat sutra (Thian Can Kang).
Maka murid-murid perkumpulan tersebut mendatangi Bu-tong Pai dan meminta Bu-tong Pai memberikan pertanggung jawaban. Satu-satunya orang yang menguasai Thian Can Sin Kang, Wan Fei Yang terpaksa harus turun gunung menyelidiki siapa yang berbuat ini.Thian Can Sin Kang adalah ilmu lweekang rahasia perguruan Bu-tong, ternyata adalah ilmu hasil curian ketua Bu-tong Pai ketika dia melakukan perjalanan ke daerah Biauw.
Sebenarnya Thian Can Sin Kang adalah gabungan ilmu lweekang Mo-kauw dengan ilmu gaib, sejarah asal usul ilmu lweekang ini di ceritakan oleh angkatan tua Bu-tong Pai yang masih hidup, paman guru Yan Cong-thian dan Ci Siong Tojin yang bernama Kouw-bok.
Tulisan diatas adalah sedikit ringkasan cerita Kembalinya Ilmu Ulat Sutra (judul asli: Tian Can Zai Bian), 3 jilid tamat 853 hal karangan Huang Ying, cerita ini adalah lanjutan cerita Pendekar Ulat Sutra (Tian Can Bian) saduran Ai Chu, tapi cerita ini merupakan cerita tersendiri, jadi bisa di baca secara sendiri-sendiri
Wan Fei Yang sudah menjadi jago nomor satu di Tionggoan akhirnya mendapat musibah juga, musibahnya bukan oleh pesilat hebat, tapi oleh seorang wanita, seperti kata pepatah Ying Xiong Nan Guo Nu Ren Koan artinya bagaimana pun hebatnya seorang laki-laki tetap susah melewati wanita cantik (akan terjatuh oleh wanita cantik). Musibah apa yang menimpa Wan Fei Yang.?
Di bab lain di ceritakan juga nasib Fu Hiong Kun yang masih mengharapkan cintanya kepada Wan Fei Yang, dia mendatangi Siauw Lim Si atas permintaan gurunya Ku-suthay dan di sana dia bertemu dengan Wan Fei Yang dan Su Yan Hong (Dalam Film namanya Sie Thing Feng). Menyaksikan pertandingan antara ketua Pek Lian Kauw dengan sesepuh Siauw Lim Si, lalu bertanding dengan Wan Fei Yang.
Kemudian cerita beralih ke Su Yan Hong yang melakukan perjalanan ke Siauw Lim Si ingin meminta bantuan pada ketua Siauw Lim Si untuk menyelamatkan kerajaan Beng. Di sini muncul seorang pemuda tukang jual obat jalanan yang bernama Siau Cu, muridnya Lam Touw (Pencuri selatan), dan Lu Tan putra Lu Kian, pejabat yang tewas oleh Liu Kan seorang Taykam yang berkuasa.
Sayang sekali cerita Kembalinya Ilmu Ulat Sutra ini terpotong. sehingga kita harus menunggu cerita lanjutannya, entah kapan..
Catatan : Cerita legenda Wan Fei Yang ini di buat juga dalam bentuk film (Reincarnated), tapi ceritanya tidak sama, malah sangat berbeda sekali dengan buku / cerita aslinya, sutradaranya terkesan hanya mencatut nama-nama Wan Fei Yang, Tokko Bu-ti, Fu Hiong Kun, Tong Ling, dsb. menurut Huang Ying, semua terjadi karena kebutuhan / penyesuaian film dan sang sutradaranya sudah meminta izin kepada Huang Ying. Disadur oleh Liang YS, terdiri dari 3 jilid.

