Feb 23, 2013

Kisah Membunuh Naga


Pedang Pembunuh Naga  (Pedang Langit & Golok Pembunuh Naga)

Karya: Chin Yung / Disadur: Boe Beng Tjoe
kisah membunuh naga boe boeng tjoe  15
Buku ini merupakan bagian terakhir dari Trilogi Rajawali, meski tokoh-tokoh utamanya tidak terhubung secara langsung dengan kedua bagian sebelumnya. Mengambil letar belakang cerita kurang lebih seratus tahun setelah kisah Kembalinya Sang Pendekar Rajawali.
Bercerita mengenai 2 senjata terhebat di dunia : Pedang Langit dan Golok Naga , yang ditempa oleh Kwee Ceng dan Oey Yong dari pedang Xuan Tie Jian milik Yang Guo, sebelum kejatuhan kota Shiang Yang. Konon bila kedua senjata tersebut disatukan, kedua senjata tersebut dapat memberi pemiliknya kekuasaan yang tak tertandingi, sehingga dia dapat membebaskan China dari penjajahan Mongolia.
Tokoh utama kisah Pedang Langit dan Golok Naga ini adalah seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Thio Bu Ki, yang memperoleh ilmu hebat dari Buku Sembilan Matahari dan buku Sembilan Gulungan Keramat. Dia menjadi ketua Sekte Ming, dan di akhir kisah, memungkinkan salah seorang anak buahnya, Cu Goan Ciang, untuk menjadi pendiri dinasti baru China, dinasti Ming. Sementara Thio Bu Ki pergi menyongsong matahari terbenam bersama Tio Beng seorang putri Mongol yang menjadi kekasihnya.

Pendekar Hina Kelana


Siao Go Kangow
Karya: Chin Yung / Disadur: Gan KL
images (1)
Pendekar Hina Kelana mengisahkan pertarungan antara perguruan yang katanya aliran lurus yang diwakili oleh Wu Yue Jian Pai (Persatuan Lima Gunung Perguruan Pedang) yang terdiri dari Song Shan, Tay Shan, Hen Shan, Hua Shan dan Heng Shan dengan aliran sesat yang diketuai oleh Dong Fang Bu Bai yang berubah menjadi wanita jadi-jadian cuma hanya untuk mempelajari ilmu silat tinggi.
Para aliran lurus tidak segan-segan untuk membunuh anggotanya jika ada yang berhubungan dengan aliran sesat. Tetapi benarkah yang lurus itu lurus dan yang sesat itu sesat? Demi mencapai tujuan, orang-orang dari aliran lurus juga tak segan menghalalkan segala cara, diantara ketuanya juga punya intrik masing-masing untuk menjadi pemimpin aliran lurus.
Tokoh utama cerita ini adalah Linghu Chong salah satu murid utama dari perguruan Hua Shan, setelah patah hati dari adik seperguruannya, malah menjalin hubungan asmara dengan gadis suci aliran sesat, berteman dengan seorang pemerkosa wanita Tian Bo Guang tetapi malah mewarisi ilmu pedang yang tak terkalahkan Dugu Jiu Jian.
Dalam petualangannya ternyata Linghu Chong yang dikhianati oleh orang -orang terdekatnya.
Upaya Linghu Chong untuk memberi perdamaian pada dunia persilatan amatlah sulit, intrik, pengkhianatan, penghormatan terhadap bekas gurunya, menjadikan semuanya berliku-liku namun tetap mengasyikkan untuk dinikmati.
Cerita ini sangat populer dan sering diangkat ke layar film, dalam versi layar lebar dengan judul Swordman 2 yang perankan oleh Jet Li.

PEDANG HATI SUCI


Soh Sim Kiam


 Karya : Chin Yung / Disadur : Gan KL

Soh Sin Kiam 8

Berkisah tentang Tik
 Hun, seorang pemuda desa yang hidup tenang bersama gurunya, Jik Tiang-hoat, dan putri gurunya, Jik Hong. Pada awal cerita mereka diundang untuk menghadiri perayaan ulang tahun kakak seperguruan Jik Tiang-hoat, dan di sanalah semua permasalahan dimulai.
Novel ini tidak terlalu panjang, hanya 11 jilid dengan total 532 halaman, dan karenanya tidak banyak petualangan yang dialami Tik Hun. Hanya ada dua konflik besar di dalam cerita ini yang, tidak seperti plot rumit dalam trilogi Chin Yung, nyaris tidak berhubungan satu sama lain, setiap konflik punya tokoh jahat dan tokoh wanitanya masing-masing. Hampir terasa seperti membaca dua cerita. Aneh.
Konflik pertama terkait dengan judul buku ini, nama sebuah ilmu pedang yang diperebutkan oleh Jik Tiang-hoat dan kedua saudara seperguruannya. Ilmu ini unik karena nama-nama jurusnya didasarkan pada baris-baris puisi. Sayangnya, aku tak tahu apa-apa tentang puisi Cina. Andaikan tahu, tentunya lebih bisa menikmati. Di antara semua puisi yang disebut, hanya satu yang kukenal karena di milis tjersil pernah dibicarakan, termasuk oleh suami.
Rindu d’Hening Malam (Li Bai)
Cahaya rembulan depan pagar perigi
Sudahkah embun beku, menutupi bumi
Dongakkan kepala, rupanya terang bulan
Waktu menunduk, terkenang kampung halaman
Selain ilmu pedang, ternyata Soh-sim-kiam juga menyimpan suatu rahasia lain, sehingga orang lain di dunia persilatan turut mengincar kitab silat tersebut, beserta kunci teorinya.
Hiat-to-bun
Konflik kedua adalah keterlibatan Tik Hun dengan Hiat-to-bun (Perkumpulan Golok Berdarah) yang jahat, yang menimbulkan kesalahpahaman sehingga para pesilat menyangkanya orang jahat juga.
Aku membaca bagian ini dengan dua perasaan bercampur. Pertama, sebal karena situasinya sedemikian rupa sehingga Tik Hun tak mampu berbuat apa-apa untuk menyangkal tuduhan ataupun meluruskan kesalahpahaman. Kedua, sedikit kagum karena aku teringat pada cersil karangan sendiri yang memiliki konflik serupa (tokoh utamanya disangka jahat), tetapi kesalahpahaman kubuat tidak sehebat yang disusun Chin Yung, hehe.
Kesan
Secara keseluruhan, buku ini lumayan juga, ada bagian yang hambar, tetapi ada juga bagian yang menarik..
Dari sisi ilmu silat, agak menyebalkan bahwa selama setengah cerita ilmu Tik Hun tidak berkembang, bahkan sampai harus menuruti orang jahat untuk bertahan hidup. Saat dia sudah lebih lihai pun, ilmunya tidak terlalu dimanfaatkan dengan seru, huh-huh.
Dari sisi cerita, dalam paruh novel pertama, satu-satunya bagian yang kusuka hanyalah cerita Ting Tian tentang kisah cintanya dengan Leng Siocia. Sangat menyentuh bahwa pada bulan-bulan pertama mereka hanya berinteraksi melalui bunga yang ditaruh Leng Siocia di balkon.
Di tengah-tengah cerita, di jurang bersalju saat tinggal empat orang yang tersisa (Tik Hun, Hiat-to Lo-co, Hoa Tiat-kan, dan Cui Sing) dan tidak bisa ditebak bagaimana keadaan akan bergulir, barulah cerita terasa seru, dan terus berlanjut sampai akhir buku, yang membuatku terjaga sampai jam dua malam untuk menamatkannya. (source; http://femmy.multiply.com/)

TELAPAK SETAN


Karya : Khu Lung / Disadur : Tjan ID
Telapak Setan
Demi membalas dendam atas kematian keluarganya, Gan In Ling terpaksa mempelajari ilmu terlarang yang sangat mengerikan yaitu Telapak Maut, dengan sebuah resiko umurnya tinggal beberapa bulan lagi. Demi membalas dendamnya ia terpaksa bersifat kejam membunuh siapa saja yang menjadi musuhnya, sifatnya yang tanpa ampun dan banyak melakukan pembunuhan ini menyebabkan ia harus bentrok dengan dua orang wanita cantik & sakti penjaga kedamaian Bu Lim yaitu Thian Hong Pangcu dan Yau-ti Giok li gadis suci dari nirwana.
Sifatnya yang angkuh dan dingin ini banyak menimbulkan kekaguman dari para wanita-wanita sakti ini, hubungan asmaranya bukan saja dengan kedua wanita sakti yang sebelumnya selalu bentrok dengannya ada juga dua orang wanita misterius yang kesaktiannya seimbang dengan kedua orang wanita sakti penjaga kedamaian tersebut.
Siapakah wanita yang menjadi pilihan dari Gak In Ling silahkan saja baca ceritanya…….

Feb 18, 2013

PANJI WULUNG


Judul Lain : GAGAK HITAM
Saduran : OPA
Panji wulung
Angin meniup, Panji Wulung berkibar di angkasa.
Megah, angker, lambang keagungan sepanjang masa.
Berkuasa, berpengaruh, untuk seluruh jagat raya.
Di dalam rimba persilatan, akulah Rajanya ….!
Sajak Panji Wulung ini, pada seratus tahun berselang telah tersiar luas didalam rimba persilatan. Tiada seorangpun tahu siapa yang menulis dan siapa orang pertama yang menyiarkan sajak itu. Orang hanya merasa karena sifatnya yang gagah dalam sajak itu, sehingga banyak orang rimba persilatan senang menyanyikan sajak itu.
Apakah arti Panji Wulung ? Oleh karena waktunya sudah lama, tiada seorangpun yang dapat menjelaskan. Orang hanya tahu sewaktu nyanyian itu tersiar di dalam rimba persilatan, ada terjadi suatu peristiwa menggemparkan, dimana duabelas tokoh rimba persilatan kenamaan untuk masa itu dalam waktu setahun kedapatan mati terbunuh dalam keadaan sangat mengerikan. Siapa pembunuhnya ? Juga tak seorangpun yang pernah melihat. Mungkin hanya sang korban sendiri yang tahu. Tetapi apalah gunanya, yang mati toch sudah mati, sekalipun mereka betul-betul ingat wajah pembunuhnya, apalah gunanya kalau jiwa mereka sendiri tak dapat mereka selamatkan.
Dapatkah mereka hidup kembali untuk menceritakan halnya kepada orang lain ? Tentu tidak ! Adapun cara kematian dan keadaan sebelum maut merenggut nyawa keduabelas tokoh tersebut adalah serupa belaka. Pertama-tama mereka terlebih dahulu telah menerima bingkisan berupa panji kecil berukuran lima dim warna hitam, dan pada hari ketiganya sesudah menerima panji itu batok kepala si korban pisah dari tubuhnya ! Cuma dalam jangka waktu beberapa hari batok kepala yang lenyap itu kalau tidak muncul dirumah kerabat terdekat sang korban, tentulah akan “berkunjung” kesuatu tempat pertemuan orang-orang rimba persilatan, sekalipun jauhnya ribuan pal dari tempat kejadian.
Kejadian aneh ini benar-benar merupakan peristiwa luar biasa, tidaklah heran kalau menggemparkan rimba persilatan. Tetapi keanehan bukan cuma sampai disitu saja, batok kepala yang diantar ke tempat sejauh ribuan pal itu, meskipun sudah lewat beberapa puluh hari, sedikitpun tidak rusak atau membusuk, keadaannya masih tetap seperti di waktu hidup, tiada seorangpun tahu apa sebabnya. Peristiwa itu, pada masa itu benar-benar sangat menggelisahkan orang-orang rimba persilatan daerah Tiong goan, hampir semua orang anggap panji kecil tidak berarti itu sebagai benda maut, maka semua menyebut pembunuh yang ganas itu sebagai PANJI WULUNG.
Kisah ini juga pernah diterbitkan dengan judul GAGAK HITAM, bercerita tentang seorang pendekar muda yang terkenal yang tiba-tiba menerima Panji Wulung bukan cuma satu tetapi tiga buah dengan corak yang berbeda. Bagaimanakah Pendekar Touw liong bisa memecahkan misteri dari 3 buah Panji Wulung yang diterimanya ini?

Perguruan Sejati


Karya:  See Bun Yang (cover: Khu Lung)
images

Kehidupannya sebagai seorang murid biasa dari seorang siucay (guru) tua di sebuah kota tiba-tiba berubah karena suatu peristiwa. Keisengannya mencoba mendapatkan sebuah pekerjaan sebagai penerjemah bahasa Sansekerta dari sebuah Perkumpulan Pemecah Langit (Pok Thian Pang) yang pada saat itu sedang mengembangkan sayapnya di dunia Bu Lim, dimana In Tiong Giok nama tokoh kita ini harus menterjemahkan sebuah kitab Kheng Thian Cit Su (tujuh gerakan menjangkau langit) yang berbahasa Sansekerta.
Adanya pengacauan terhadap Pok Thian Pang dari beberapa tokoh sakti akhirnya membuat In Tiong Giok bisa terbebas dari perkumpulan ini, yang mana membuat ia dikejar-kejar oleh orang-orang Pok Thian Pang dan beberapa tokoh-tokoh sakti. Dikarenakan jengkel dan marah In Tiong Giok membuat suatu tindakan yang menghebohkan Dunia Persilatan dengan mencetak sebanyak-banyaknya dan menyebarkan kesetiap orang Kitab “Kheng Thian Cit Su”yang sudah diterjemahkannya.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan Ciangbunjin Partai Thian Liong Bun (Pintu Naga Langit) telah membuat ia menjadi Ketua/ Ciangbunjin Partai Thian Liong Bun generasi berikutnya. Sebuah Partai yang anak buahnya tersebar segala dipenjuru dan ternyata Kitab Ilmu Pedang “Kheng Thian Cit Su” merupakan salah satu bagian dari Kitab “Thian Liong Pu” yang adalah pusaka Partai Thian Liong Bun (Pintu Naga Langit).
Karakter dari In Tiong Giok yang tidak sadis, kejam dan membawa amanat dendam membara seperti karya Khu Lung lainnya. Seperti biasa In Tiong Giok yang kehidupan yang semula hanya biasa saja ternyata mempunyai latar belakang luar biasa ..…..

Panji Sakti


Tan Sim Ki
Disadur : SD Liong
panjisakti
Panji Sakti yang dibuat oleh seorang tokoh sakti beratus tahun yang lalu ternyata dipegang oleh seorang kakek tua buta dan berpenyakitan yang ternyata adalah pelindung Panji Sakti generasi ke – 4. Ceng Ih yang secara kebetulan bertemu dengan kakek ini akhirnya mendapatkan Panji Sakti yang menjadi perebutan orang-orang sakti.
Bukan Cuma itu saja 3 Jurus Ilmu Sakti Pelindung Panji Sakti akhirnya dipelajarinya. Dengan jurus itu membuatnya menjadi seorang pemuda dengan ilmu yang sangat tinggi. Keseluruhan kisah ini menceritakan perjuangannya menjaga Panji Sakti dan kisah asmaranya dengan 3 orang wanita yang akhirnya menikah dengannya.
Jalan cerita Panji Sakti ini sangat sederhana, dan tidak terlalu banyak kejutan-kejutan yang biasa kita jumpai dalam karya-karya Khu Lung lainya.

Feb 16, 2013

Ilmu Ulat Sutera


Tian Chan Phien

Karya: Huang Ying  / Disadur: Aicu
Thian Chan Phien (Ilmu Ulat Sutra) 1-33 Ai Cu
Pertarungan antara ketua Bu Tong Pay dan ketua Perkumpulan Bu Ti Bun yang diadakan setiap 10 tahun sekali di Lan Tian Bun (Pintu Langit Selatan) berakhir dengan kekalahan dari ketua Bu Tong Pay.
Konon mengapa sampai saat ini Bu Tong Pay belum dihancurkan oleh Bu Ti Bun walaupun dalam pertempuran Ketua Bu Tong Pay selalu kalah adalah karena adanya satu tokoh sakti yang berdiam didaerah terlarang di belakang perguruan Bu Tong Pay yang sangat ditakuti oleh To Ku Bu Ti walaupun ia sudah menguasai ilmu Mit Kip Mo Kang (ilmu iblis putus turunan) tingkat 8.
Dalam Perguruan Bu Tong Pay terdapat seorang murid yang selalu dijadikan sasaran latihan, ialah Wan Fei Yang yg selalu dihina dan dipandang rendah oleh murid-murid perguruan tersebut. Suatu ketika Ketua perguruan Bu Tong Pay terbunuh dan Wan Fei Yang difitnah orang sebagai pembunuhnya bersamaan dengan itu organisasi Pik Lok Sit (Batu Giok Berjatuhan) yg sudah lama menghilang memunculkan diri dalam dunia Kang Ouw. Peristiwa tentang terlepasnya tahanan Bu Tong Pay yang dikurung selama 20 tahun di Telaga Dingin terlepas konon didalangi oleh organisasi Pit Lok Sit ini yang berencana untuk menguasai dunia persilatan.
Perselisihan antara Bu Tong Pay, Bu Ti Bun, Go Bi Pay dan Pik Lok Sit ini membuat banyak terjadinya pembunuhan dimana-mana. Akhirnya ilmu perubahan “Ulat Sutera” yg merupakan pusaka Bu Tong Pay yang merupakan ilmu silat tingkat tinggi akhirnya bisa didapati oleh Wan Fei Yang dikarenakan Ia terluka parah dan semua ilmu silatnya musnah yang merupakan kunci untuk melatih ilmu sakti ini. Pada akhir cerita ini muncul pula sebuah Organisasi Pembunuh Bayaran
yg sangat menakutkan “Tian Sat“ yang bahkan dapat membunuh Yan Cong Tian seorang tokoh sakti yg ilmunya paling tinggi di Bu Tong Pay. Cerita ini sepertinya mempunyai lanjutannya sebab “Tian Sat“ yang pemimpinnya kelihatannya adalah Kepala Komandan Pengawal Istana Kerajaan belum dihancurkan oleh Wan Fei Yang.

Tugas Rahasia


Karya: Tidak diketahui  /  Disadur: Gan KH
tugas-rahasia-gan-kh
Kim Hou Po (Benteng Macan Emas) adalah sebuah benteng paling misterius di Bu Lim. Penjahat besar, tokoh persilatan yang sudah kepet dikejar musuhnya pasti akan ke benteng ini untuk berlindung. Cuma selama ini belum ada satu orangpun yang bisa keluar dari benteng ini karena pemilik dari benteng tersebut pasti seorang yg sangat sakti dan misterius.
Dengan bermodalkan ilmu merubah wajahnya yang dipelajari dari sebuah perguruan sesat, Cia Ing Kiat berani memasuki benteng misterius tersebut dengan suatu Tugas Rahasia, dan bahkan bisa berhasil kabur dari benteng menakutkan itu. Pengejaran yang dilakukan oleh orang-orang dari benteng tersebut membuat Cia Ing Kiat harus menyamar untuk bisa menghindarkan dirinya dari kejaran orang.
Apa sebenarnya misteri dari Benteng tersebut, dan mengapa 2 orang tokoh sakti merendahkan dirinya datang melamar Cia Ing Kiat didepan ayahnya untuk dikawinkan dengan seseoran gadis misterius putri pemilik Hiat Lui Kong yang katanya sangat mengenal diri pemuda tersebut? Berhasilkah rencana Pemilik Hiat Lui Kong untuk menghancurkan Benteng Kim Hou Po?
Komentar saya : Ini sebuah cerita yang agak aneh, kenapa? Karena akhir dari cerita ini sangat berbeda dengan kita membaca cersil karya penulis lain, dimana tokoh utamanya ilmunya sangat cetek dan kadang-kadang bersifat licik dan penakut. Kadang-kadang saya bertanya apa benar Cia Ing Kiat adalah tokoh utama kita ini?……Dibalik semuanya itu cerita ini masih menarik untuk dibaca.

Pedang Pembunuh Naga (Penggali Makam)


Karya: Tan Tjeng Hun  / Disadur: OPA

u3t7b
Hui Kiam mendapat julukan “Penggali Makam” disebabkan karena dendamnya atas kematian ibu dan suhunya sehingga ia bersumpah akan membunuh setiap tokoh yang melakukan kejahatan membuat dia sangat ditakuti oleh setiap tokoh-tokoh sesat. Karena sebab itu ia terpaksa bentrok dengan Perkumpulan Bulan Emas yang membuatnya terluka dan dalam pelariannya berlindung di suatu tempat yg bernama Loteng Merah yg berisi seorang tokoh sakti.
Perjalanannya untuk mencari sobekan bagian bawah “Kitab Thian Gie Po Kip” yang didapatnya dengan tidak sengaja di perpustakaan orang dan sebuah Pedang Kuno/Purbakala yang konon terdapat didalam suatu makam/pekuburan yang dilindungi oleh barisan batu yg disusun secara teratur sehingga tidak satu orangpun dapat memasukinya.
Kisah Asmaranya dengan seorang perempuan yang paling cantik di dunia yang sudah berusia 50 tahunan membuat hubungannya ditentang oleh tokoh-tokoh tua.Komentar : Walaupun dicover bukunya tertulis Khu Lung tapi pengarang sebenarnya adalah Tan Tjen Hun, sedangkan penyadurnya tidak diketahui. Memang dari gaya cerita memang agak berbeda dengan gayanya Khu Lung. Pernyataan cinta yang terlalu gampang diucapka ketika tokoh utama kita ini berjumpa dengan wanita muda membuat kurang gregetnya kisah asmara dalam cerita ini.